klikdokter.com
Selasa, 23 September 2014
<

Suntik Ovidrel

Selamat Siang Dok, Haid terakhir saya tgl 27 Agustus, hari ke 3 sampai ke 5, saya minum Serophone dan Femara, tgl 9 September (h14) di USG ada sel telur besarnya 20mm lalu disuntik Ovidrel, jadwal hubungan tagl 10, 12 dan 14. Suami sudah Check sperma dan hasilnya Normal. Saya mau tanya Dok : 1. Biasanya seberapa besar kemungkinan bisa terjadinya kehamilan dengan suntik Ovidrel ini, karena harganya cukup mahal ? 2. Saya sudah pernah hamil 2 kali Dok walaupun keguguran, apakah saya harus hsg untuk check ada sumbatan atau tidak ? ( perempuan, 26 thn,160 cm,57 Kg)



Ibu / Saudari yang terhormat,

Ovidrel adalah hormon gonadotropin korionik rekombinan manusia (r-HCG) pertama dan satu-satunya yang diakui di dunia. Hormon ini dapat digunakan sebagai bagian dari program Assisted Reproductive Technology (ART) seperti fertilisasi (pembuahan) in vitro dan transfer embrio, atau untuk menginduksi ovulasi (pelepasan sel telur dari kandung telur) dan induksi kehamilan pada kasus infertilitas fungsional dimana tidak ditemukan kelainan pada organ reproduksi.

Terapi yang sedang Anda jalani saat ini merupakan proses yang bertujuan untuk menginduksi ovulasi. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan seperti yang telah Anda minum sebelumnya. Setelah ditemukan sel telur, dilakukan penyuntikan dengan r-HCG untuk memicu pelepasan sel telur yang sudah matang dari kandung telur. Efektivitas terapi r-HCG ini mencapai 91,9% angka kejadian ovulasi, 22% angka kejadian kehamilan, dan mencapai 68,2% kelahiran.

Mengenai pemeriksaan HSG. Dengan pemeriksaan ini memang dapat diketahui apakah saluran telur Anda mengalami sumbatan/penyempitan atau tidak. Berdasarkan informasi yang Anda berikan, Saya mengetahui bahwa Anda pernah hamil sebanyak 2x sebelumnya kemudian keguguran. Bisa dipikirkan di sini bahwa kemungkinan besar kondisi saluran telur Anda masih baik untuk dilalui sel telur hingga berimplantasi (tertanam) di dinding rahim. Sehingga yang kemudian harus diperhatikan adalah bentuk rahim dan ketebalan dinding rahim Anda. Bentuk dan ketebalan dinding rahim yang tidak memadai dapat menyebabkan kegagalan sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma(zigot) untuk melakukan/mempertahankan implantasinya, yang kemudian luruh menjadi keguguran.

Faktor lain yang berpengaruh adalah adanya kelainan kromosom janin, sehingga pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan tidak berlangsung normal. Angka kejadiannya bervariasi dan tidak mutlak, berarti belum tentu ibu dengan riwayat keguguran akibat kelainan kromosom sudah pasti akan mengalaminya kembali.

Saran Saya sebaiknya Anda kembali mengunjungi dokter Anda untuk mendiskusikan hal ini. Apakah perlu dilakukan pemeriksaan kondisi rahim Anda dengan USG, atau memeriksakan saluran telur Anda dengan HSG, agar ditentukan bersama. Semoga dapat membantu. (SO)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Gigi baik tapi mulut bau
Tes kesuburan pria
Radang tenggorokan