Sukses

Luka Menjadi Mengeras
04 Des 2017, 18:35 WIB
Pria, 20 tahun.

Minggu siang (3 desember 2017) saya tertusuk benda tajam di bagian tapak kaki sebelah kiri. karena gelap, saya kurang tau apakah itu mur atau paku dan apakah berkarat atau tidak. setelah itu lukanya saya bersihkan (disiram dengan air dan dibasuh dengan sabun) dan diberi betadine tidak lama, kaki saya di bagian sekitar luka tersebut membengkak dan mengeras, padahal lukanya sudah menutup. kira2 itu bagaimana ya dok? terimakasih sebelumnya dok

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang luka yang mengeras menggunakan layanan Tanya Dokter

Luka yang menjadi keras pada perabaan dapat berupa keloid atau dapat juga berupa sikatriks hipertrofi dimana jaringan fibrosa kulit tumbuh lebih banyak dari seharusnya. Keduanya memiliki karakter yang mirip, berupa penonjolan jaringan kulit di atas bekas luka. Bedanya, pada koloid jaringan yang tumbuh berlebih ini akan melebar melewati batas luka operasinya, sedangkan pada sikatriks hipertrofi jaringan hanya tumbuh di atas bekas luka. Pertumbuhan jaringan yang berlebih ini dapat disertai dengan sensasi gatal dan kemerahan.

Pada sikatriks hipertrofi, jaringan berlebih umumnya timbul satu bulan setelah terbentuk luka operasi, sedangkan pada keloid jaringan tumbuh 3 bulan sampai 1 tahun setelah luka terbentuk. Umumnya sikatriks hipertrofi akan berkurang dengan sendirinya seiring dengan waktu. Namun untuk menghilangkannya, terapi yang digunakan sama seperti yang digunakan pada keloid. Terapi yang dapat digunakan diantaranya radiasi,laser,penyuntikan di jaringan tersebut, terapi interderon, sampai dengan operasi pengangkatan jaringan, dan sebagainya.

Akantetapi untuk memastikan bahwa luka operasi yang anda maksudkan adalah benar keloid atau sikatriks hipertrofi, diperlukan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter. Olehkarena itu, apabila yang Anda alami cukup mengganggu, kami menyarankan sebaiknya Anda mengkonsultasikannya langsung kepada dokter spesialis kulit dan kelamin untuk menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar