Sukses

Anemia dan Gagal Ginjal
13 Nov 2017, 21:01 WIB
Pria, 27 tahun.

Dok saya mau tanya, untuk penderita gagal ginjal jika HBnya turun, apakah salah satu ciri cirinya mulai timbulnya batuk batuk dok, selain itu apakah benar untuk penderita gagal ginjal sel darah merahnya tidah bisa bertahan lama, lalu bagaimana cara untuk menyetabilkan HB selain dengan suntikan yang di berikan oleh perawat setelah cuci darah.. Terima kasih

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Pasien yang melakukan cuci darah umumnya disebabkan oleh gagal ginjal kronik tahap akhir. Hb yang rendah pada gagal ginjal disebabkan karena berkurangnya kadar eritropoietin (epo). Epo bertugas untuk produksi sel darah merah, sehingga ketika gagal ginjal sudah terjadi, kadar Epo akan menurun dan pada akhirnya akan berakhir pada penurunan kadar sel darah merah atau Hb. Karena itu, umumnya diberikan hemapo yang merupakan bantuan suntikan Epo dari luar. Izinkan kami menjelaskan tentang penyakit ginjal kronik.

Ginjal merupakan sepasang organ di dalam tubuh yang berfungsi di dalam metabolisme racun yang terdapat di dalam darah dan mengeluarkannya via urin. Ginjal sendiri juga berfungsi sebagai absorpsi atau penyerapan beberapa zat dan mineral tertentu dalam tubuh. Penyakit gagal ginjal terbagi menjadi gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik terbagi menjadi 5 Stadium yang dibagi berdasarkan Laju Filtrasi Glomerolus.

* Stadium 1 (Kerusakan ginjal dengan LFG normal (90 atau lebih)).

* Stadium 2 (Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada LFG (60-89)).

* Stadium 3 (Penurunan lanjut pada LFG (30-59)).

* Stadium 4 (Penurunan berat pada LFG (15-29)).

* Stadium 5. (Gagal ginjal terminal (LFG dibawah 15)). Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan tindakan cuci darah atau pencangkokan ginjal sebagai terapi pengganti ginjal.

Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih oleh para penderita GGT. Pada prinsipnya terapi hemodialisa adalah untuk menggantikan kerja dari ginjal yaitu menyaring dan membuang sisa – sisa metabolisme dan kelebihan cairan, membantu menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta membantu menjaga tekanan darah. Bahasa awam hemodialisa adalah cuci darah. Gangguan ginjal atau gagal ginjal kronik tahap akhir atau tahap 5 (sudah dilakukan cuci darah), berarti kedua ginjal tidak mampu lagi berfungsi sempurna yang mengakibatkan tumpukan hasil sisa metabolisme di dalam tubuh yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Untuk mengetahui derajat dari kerusakan ginjal diperlukan pedoman dari hasil lab yaitu melihat dari creatinin dan ureum baru kita dapat menghitung LFG (laju filtrasi glomerulus). Pada gagal ginjal yang tahap akhir memang obatnya hanya dengan cuci darah berserta diet yang tepat. Namun bisa juga dilakukan transplantasi ginjal. Untuk sembuh memang sulit oleh karena sudah terjadi kerusakaan ginjal yang berat.

Karena itu apabila Anda bertanya apakah seorang yang sudah cuci darah perlu dilakukan seumur hidup, maka jawabannya adalah tergantung derajat keparahan penyakit ginjal. Jika penyakit ginjalnya sudah tahap akhir, maka cuci darah akan dilakukan seterusnya. Terlambat cuci darah maka berisiko menimbulkan berbagai gejala akibat tertahannya bahan yang seharusnya terbuang melalui cuci darah. Gejala pasien bisa bervariasi, namun dapat berupa sesak nafas, atau penurunan kesadaran.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi lebih lanjut Anda bisa berkonsultasi kepada dokter spesialis Urologi atau Penyakit Dalam. Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Batu Ginjal5 Kiat Ginjal SehatPerubahan Warna & Bau UrinDemikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. 

0 Komentar

Belum ada komentar