Sukses

Frekuensi Normal BAB
13 Okt 2017, 16:33 WIB
Pria, 19 tahun.

Dok, saya hampir tiap hari ingin BAB, apakah pencernaan saya kurang sehat? Karena biasanya sya tdk pernah ngalamanin begitu sbelumnya Trims

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang frekuensi BAB normal menggunakan layanan Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar Anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Apakah BAB Anda keras? Bagaimans konsistensinya? JIka Anda mengalami kesulitan saat buang air besar (sembelit) dalam dunia kedokteran disebut juga dengan konstipasi. Disebut dengan konstipasi apabila buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu dan disertai dengan konsistensi kotoran/feses yang keras. Kotoran yang keras saat buang air besar dapat menimbulkan sensasi nyeri pada anus. Buang air besar yang tidak tuntas dapat pula memberikan rasa tidak nyaman pada daerah sekitar anus.

Frekuensi BAB yang kurang dari 3 kali dalam seminggu menandakan Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Faktor risiko konstipasi mencakup minum yang kurang (normalnya disarankan untuk minum 2-3 liter/hari), kurang makan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan aktivitas fisik yang kurang (sedentary life). Bagaimana dengan asupan makanan Anda? Konsumsi makanan yang kurang atau sedikit juga dapat mempengaruhi kurangnya frekuensi BAB.

Kami menyarankan Anda untuk mengkonsumsi banyak sayur dan buah-buahan, banyak minum, dan berolahraga. Disarankan untuk memakan 1 porsi sayur-sayuran setiap kali makan, dan memakan 2 porsi buah-buahan setiap harinya. Bila dengan perubahan pola hidup ini keluhan belum berkurang juga, kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam agar dapat ditelusuri penyebab lainnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar