Sukses

Penyebab Albumin di Urin
17 Sep 2017, 16:37 WIB
Wanita, 35 tahun.

Saya mau tanya dok...kemarin saya lakukan tes dan hasilnya albumin saya positif 1..tu gimana y..terimakasih dok.

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang hasil albumin pada urin menggunakan layanan Tanya Dokter

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda. Protein dalam urin diwakilkan dengan albumin urin, jika nilai +1 maka terdapat protein namun dalam jumlah kecil. Apakah Anda sedang mengalami infeksi saluran kencig atau infeksi sistemik lainnya? Karena hal ini juga dapat menyebabkan protein dalam urin.

Sindroma Nefrotik merupakan suatu kelainan ginjal yang ditandai dengan gejala :

Proteinuria : Adanya protein di dalam urin, biasanya albumin lebih dari +3
Hipoalbuminemia : Kadar Albumin yang rendah
Edema : Pembengkakan pada tubuh (Pembengkakan seluruh tubuh)
Gejala tambahan berupa :

Hiperlipidemia : Kadar lemak dalam tubuh yang meningkat
Thrombphilia : Gangguan pembekuan darah
Lipiduria : Ditemukannya lemak dalam urin
Penyebabnya adalah kerusakan pada saluran filtrasi ginjal akibat adanya peradangan atau pembentukan jaringan hyalin. Sindrom ini memiliki beberapa klasifikasi yang dapat dilihat dengan pemeriksaan histologi (melihat sel dengan mikroskop). Pemeriksaan yang dilakukan dapat dilihat dengan pemeriksaan urin, pemeriksaan darah, hingga biospsi ginjal.

Terapi yang dilakukan bisa dengan terapi simptomatis (misalnya menghilangkan gejala bengkak) ataupun terapi untuk kerusakan ginjal. Pada beberapa kasus terutama untuk anak-anak bila dilakukan terapi dengan cepat maka dapat terjadi perbaikan dalam penyakit ini.

Diet yang perlu dilakukan adalah jangan mengkonsumsi lebih dari 1 gr protein/ per kg (berat badan) dalam per hari biasa pasien akan disuruh mengkonsumsi ikan dan ayam. Hindari konsumsi garam berlebihan (1-2 g perhari), serta hindari makanan dengan garam yang tinggi seperti salami, saus tomat, makanan siap saji, kecap, dressing salad, hingga snack-snack dengan MSG yang tinggi. Ingat untuk selalu melihat label makanan untuk melihat kandungan garam.

Lakukanlah pemeriksaan rutin kepada dokter anda, dan minumlah obat secara rutin sesuai dengan anjuran obat yang diberikan dokter anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar