Sukses

Perut Kembung, Sulit Buang Angin dan BAB
02 Sep 2017, 18:42 WIB
Wanita, 24 tahun.

Pge dok. Mf ini saya mw tnya. Bberp hri ini perut sya rsnya kembung. Susah buang angin, mual, dan sakit sekali smpe k arah tulang belakang kiri, rsnya lok mw BAB jg susah dan skit smpe smpe kringat dingin. Sy mnum obat maag yg ad d apotik tp ttap trsa sakit d pinggang yg tdk than donk. Kira kira it gejala ap y dok. Trm ksh

Terimakasih anda telah bertanya seputar Perut kembung dan susah BAB pada fitur Tanya Dokter

Sulit buang air besar memang dapat menyebabkan perut menjadi kembung dan terasa penuh. Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah raga
  • Kurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-obatan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  • Adanya luka pada kulit anus
  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.
  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.
  • Olahraga secara teratur
  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Selain itu, keluhan yang dialami  Anda dapat mungkin disebabkan oleh suatu kondisi medis yaitu ileus obstruktif.

Ileus obstruktif adalah kondisi terhambatnya isi usus yang menyebabkan sumbatan di dalam saluran pencernaan karena usus tidak bergerak dengan ritme yang normal. Apabila hal ini terjadi, biasanya penderita akan mengeluhkan gejala sebagai berikut :

  • Nyeri perut
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Tidak bisa buang gas atau BAB.

Faktor yang melatarbelakangi hal ini dapat bersumber dari gangguan ginjal, terutama bila kadar potassium dalam darah menurun ; gangguan jantung dan beberapa obat kemoterapi seperti vinblastine dan vincristine; tumor dan lain-lain. Adapun langkah operasi yang diambil untuk mengambil tumor penyebab sumbatan dilakukan untuk mencegah kekambuhan. Namun sayangnya, sebagian besar ileus tidak dapat dicegah untuk muncul kembali.

Kami sarankan Anda degera membawa anda berkonsultasi secara langsung ke rumas sakit/klinik/dokter spesialis penyakit dalam, bila memang ternyata ileus akan dikonsulkan ke Dokter Spesialis Bedah

Demikian info mengenai perut kembung dan sulit BAB. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar