Sukses

Penyebab Terlambat Haid
14 Agu 2017, 07:49 WIB
Wanita, 21 tahun.

Ass dok saya mau tanya , saya sudah terlambat haid 1 minggu keluhannya sering kram perut sama keputihan seperti susu sedikit ? Hamil apa saya memang tidak tratur haidnya dok ?

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya seputar terlambat haid menggunakan fitur Tanya Dokter 

Siklus menstruasi yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari. Menoragia merupakan suatu kelainan menstruasi dimana perdarahan menstruasi lebih dari 80ml/hari pada siklus yang normal. Sementara menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari disebut sebagai hipermenorrea. Menstruasi yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia.
Dalam dunia medis, dikenal berbagai macam gangguan siklus haid, mulai dari gangguan yang berhubungan dengan jumlah perdarahan haid, durasi haid, interval tiap haid, bahkan menyangkut nyeri yang muncul saat haid.
Gangguan-gangguan tersebut tentunya memberikan rasa tidak nyaman pada wanita. Salah satu kelainan yang sering terjadi adalah durasi haid yang terlalu lama, yaitu lebih dari 7 hari dan perdarahan yang terlalu banyak.
Perdarahan haid dikatakan terlalu banyak ketika dalam satu hari dilakukan 6 kali penggantian pembalut. Kelainan ini dikenal dengan nama menorraghia, dalam beberapa literatur medis disebutkan kondisi ini lebih sering terjadi dan lebih berisiko pada wanita yang memiliki berat badan diatas rata-rata berat badan ideal Indeks Massa Tubuh (kegemukan atau obesitas).
Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:
1. Adanya Kelainan Organik
2. infeksi saluran reproduksi
3. kelainan koagulasi, misal : akibat Von Willebrand Disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
4. Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.
5. Kelainan Hormon Endokrin. Misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
6. Kelainan Anatomi Rahim. Seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
7. Latrogenik. Misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatanantikoagulan.
Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh.
Selain itu, menorrhagia juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. Terapi hormonal yang diberikan biasanya berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pill kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron.
Menorrhagia yang terjadi akibat adanya mioma dapat diterapi dengan melakukan terapi hormonal atau dengan pengangkatan mioma dalam rahim baik dengan kuretase ataupun dengan tindakan operasi.
Maka, untuk memastikan kondisi Anda saat ini, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat dari keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar