Sukses

Gula Darah Tinggi
14 Agu 2017, 07:09 WIB
Pria, 36 tahun.

Suami saya akhr2 ini sering merasa lelah,mual,dan pusing sblmnya suami prh melakukan tes gula darah dan hslnya 250,setelah suami tdk prh melakukan tes lagi apakah suami saya mengalami kenaikan di gula darah lagi dgn gejala yg td saya sebutkan diatas? Apakah ada diet tertentu yg harus dilakukan oleh suami saya?

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab keluhan mual menggunakan layanan tanya dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kapankah kadar gula darah ayah Anda tersebut diperiksa? Apakah ketika puasa atau setelah makan? Kadar gula darah dapat bervariasi bergantung pada jenis makanan yang terakhir dikonsumsi sebelum tes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan menaikkan kadar gula lebih tinggi. Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) adalah ukuran pengaruh suatu makanan yang mengandung karbohidrat terhadap kenaikan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi menaikkan kadar gula darah lebih banyak dibandingkan makanan dengan GI rendah atau sedang.

Berikut adalah contoh beberapa makanan dan nilai indeks glikemiknya:

Low GI (GI ≤ 55): Oatmeal, roti gandum, macaroni, Diabetasol, Jeruk, Apel)
Medium GI (55 < GI < 70): Kue-kue bolu, bihun, pizza, nanas, mangga
High GI (GI ≥ 70): Nasi, mie, lemper, perkedel kentang, bakwan, kentang goreng, corn flakes, semangka
Untuk mencegah diabetes, perhatikan 3J (Jumlah, Jadwal, dan Jenis) makanan yang Anda konsumsi, lakukan aktivitas fisik atau olahraga yang teratur.

Sebagai informasi tambahan untuk Anda, diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut

Kadar gula darah puasa sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
Tes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%
Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Selain hasil pemeriksaan di atas, seseorang juga dapat mengidap diabetes bila memiliki faktor risiko berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi:

Riwayat diabetes di keluarga
Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanita
Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)
Apabila didapati faktor-faktor di atas, maka Anda perlu memberi perhatian ekstra terhadap langkah pencegahan diabetes dan menjaga kadar gula senantiasa normal. Langkah yang Anda lakukan dengan rutin melakukan jogging sudah baik, apabila sudah nyaman Anda dapat meningkatkan frekuensi, intensitas, atau variasi olahraga Anda. Lalu jika didapati keluhan yang merupakan ciri diabetes di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk evaluasi menyeluruh.

Berikut artikel terkait yang dapat menambah informasi Anda:

Kebanyakan Makan, Males Gerak, Awas Diabetes
Penyakit Gusi Sebabkan Kenaikan Gula Darah
Ada Apa Dengan Kolesterol dan Diabetes?
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar