Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Bisa Ereksi Saat Onani Tapi Tidak Saat Berhubungan Intim
14 Agu 2017, 05:21 WIB
Pria, 20 tahun.

Tidak bisa Ereksi pada saat ingin berhubungan tetapi bisa ereksi dipagi hari / saat onani

Terimakasih telah bertanya tentang disfungsi ereksi melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Salah satu kemungkinan timbulnya kesulitan untuk ereksi maksimal adalah disfungsi ereksi, namun sangat penting untuk dilakukan wawancara medis yang mendetil dan pemeriksaan fisis secara langsung sebelum menentukan diagnosis. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik. Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah:

  • Kelainan pembuluh darah, termasuk stroke
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Gangguan psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila pengobatannya tepat.

Pada kasus Anda, disfungsi ereksi hanya terjadi saat berhubungan intim dan tidak saat onani. Artinya, disfungsi ereksi yang terjadi bukan karena faktor organik, bukan karena ada kelainan pada organ kelamin Anda. Disfungsi yang terjadi lebih akibat faktor psikologis.

Saran kami, Anda perlu komunikasikan hal ini dengan pasangan secara terbuka. Bisa jadi Anda kurang percaya diri untuk melakukan hubungan intim, atau ada hal lain yang secara tidak sadar mempengaruhi ereksi saat berhubungan intim. Setelah itu berkonsultasilah bersama-sama kepada dokter agar dapat dicapai solusi yang terbaik untuk semua pihak. Anda dapat menemui dokter urologi atau andrologi untuk mengatasi hal ini.

Kami sertakan pula beberapa artikel pendukung seperti:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar disfungsi ereksi. Semoga bermanfaat. (FA)

 

0 Komentar

Belum ada komentar