Sukses

Berbagai Penyebab Jerawat
13 Agu 2017, 17:51 WIB
Wanita, 22 tahun.

dok saya mau tanya, saya sedang menggunakan produk skin care yang sudah ber BPOM, dalam skin care ini memang dijelaskan akan terjadi detox atau purging pas awal pemakaian , tergantung muka nya juga sebenrnya dan tidak semua muka akan mengalaminya, tipe muka saya berjerawat , saya sudah mau memasuki 3 bulan pake skin care ini , tetapi pas bulan pertama dan bulan kedua muka saya tidak mengalami detox atau purging ,malah muka saya bersih . tetapi kenapa pas memasuki bulan 3 ini muka saya jadi tumbuh jerawat kecil kecil dan ada yang besar? apakah saya tidak cocok dengan skin care ini atau saya baru mengalami purging? sebaiknyaa saya melanjutkan skin care ini atau menghentikanya dok?

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih karena Anda telah bertanya tentang penyebab jerawat menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini:

Stress
Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
Kelenjar minyak yang terlalu aktif
Keturunan dari orangtua
Bakteri di pori-pori kulit
Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan kebersihan wajah.

Prosedur lainnya untuk menghilangkan komedo dan jerawat adalah mikrodemabrasi dan atau chemical peeling. Namun sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda dianalisa terlebih dahulu seperti jenis komedo dan jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi / kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Silahkan baca kumpulan artikel kami mengenai jerawat:

Jerawat
5 Bahan Alami Mengatasi Jerawat
8 Hal yang Harus Dihindari dalam Perawatan Jerawat
Diet Rendah Karbohidrat Baik untuk Jerawat
Stress dapat Memperparah Jerawat
Tetap Cantik Kala Berjerawat
10 Cara Mudah Mengatasi Jerawat
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

2 Komentar

  • Rasyidah Ratna Putri

    jadi saya pake skin care ini dan saya terlepas dari obat minum , tetapi sekarang udah mulai jerawat lagi padahal bulan pertama dan kedua setelah menggunakan skincare wajah saya sudah bersih , jadi apakah sayaa boleh mengonsumsi doxicor lagi?

  • Rasyidah Ratna Putri

    terimakasih suda menjawab pertanyaan saya dok, jadi lebih baik saya lanjutkan lagi pemakaian skin care ini ya dok, sebelumnyaa saya pernah mengonsumsi obat jerawat "doxicor 100mg" satu hari sekali selama setahun sebelum menggunakan skincare ini , karena saya takuut terlalu lama mengonsumsinya.