Sukses

Penyebab BAB Keras Bayi
13 Agu 2017, 17:51 WIB
Pria, 34 tahun.

Dok,anak saya minum sufor BMT soya Krn alergi susu sapi,yg saya ingin tanya knp sdh 3 hr ini bab keras ya sampe anak saya hrs ngeden klo mau bab,pdhal sblm nya bab nya tdk masalah,terimakasih

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab BAB keras pada anak menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Ibu. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum. Cobalah variasi beberapa formula yang encer untuk memantau kondisi buang air besar bayi Anda.

Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Pemilihan MPASI

Pemberian MPASI dapat dimulai saat anak berusia 4-6 bulan (menurut WHO) atau 6 bulan (menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia/IDAI). Setiap anak dapat berbeda-beda, tergantung dari kesiapan mereka masing-masing untuk mulai menerima makanan padat.

MPASI dapat mulai diperkenalkan dengan pemberian buah atau sayur yang dihaluskan. Disarankan untuk memberikan satu jenis makanan terlebih dahulu agar anak dapat mengenal rasanya. Anda juga disarankan untuk memberikan satu jenis makanan selama empat hari berturut-turut untuk mengetahui kemungkinan anak alergi terhadap makanan tersebut. Jika tidak ada reaksi, Anda dapat melanjutkan kepada pengenalan MPASI berikutnya.

Untuk bayi usia 4-6 bulan, Anda dapat memberikan jenis makanan berikut yang dihaluskan (dibuat menjadi pure) : kentang, apel, pisang, peach, pear, sereal, dan bubur susu. Anda dapat menambahkan sedikit ASI/susu formula ke dalam pure buah tersebut, agar si kecil yang sudah terbiasa dengan rasa susu dapat menerima makanan padat tersebut dengan baik. Cobalah dahulu porsi sebanyak 1 sendok makan. Jika si kecil sudah mulai bisa menerima, tingkatkan porsinya sedikit demi sedikit.

Untuk usia 6-8 bulan, Anda dapat menambahkan : alpukat, wortel matang, ubi, pepaya, daging (ayam, ikan, daging, dll), tahu, kacang-kacangan. Tekstur pure sudah dapat Anda kentalkan dengan menambahkan lebih sedikit cairan (air/susu formula/ASI).

Untuk bayi usia 8-10 bulan, Anda bisa mulai meningkatkan tekstur makanan si kecil, tidak perlu terlalu halus lagi (menjadi bubur saring). Anda juga sudah bisa mencoba memberikan dia makanan yang dapat dipegangnya (finger food).

Untuk usia 10-12 bulan, Anda dapat menambahkan keju, buah yang dipotong kotak-kotak kecil, pasta, yogurt, dan telur.

Setelah lewat usia 12 bulan, anak Anda sudah mulai dapat memakan makanan orang dewasa dan minum susu cair (susu UHT atau pasteurisasi).

Berikut beberapa artikel yang berkaitan dengan pertanyaan Anda:

Jadwal Makan Bayi

Jenis-Jenis Makanan Bayi

Panduan Makan Bayi

4 Penyebab Anak Sulit Buang Air Besar

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar