Sukses

Sering Diare
18 Jul 2017, 00:07 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok sayang sering diare bahkan hampir setiap hari, setiap masuk angin atau stlh perjalanan jauh saya jadi diare, kadamg makan saos atau cabe meski dlm jumlah sedikit diare. Ada masalah apa ya dok dengan encernaan saya?

Terima kasih telah bertanya seputar diare menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari), persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya inflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Banyak minum air untuk mencegah dehidrasi yang dapat terjadi karena banyaknya cairan yang keluar selama diare berlangsung. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Penyebab diare dapat bermacam-macam, diantaranya disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)
  • bakteri
  • infeksi parasit
  • obat-obatan (kafein, alkohol)
  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang menyertai diare dapat berupa mual dan muntah, yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Penyebab diare paling sering adalah virus yang akan membaik dengan sendirinya. Yang paling penting adalah mengganti cairan tubuh yang hilang dengan mengkonsumsi Cairan Rehidrasi Oral atau yang lebih dikenal dengan nama oralit. Bila setelah beberapa hari tidak ada perbaikan, mungkin diperlukan tambahan antibiotika. Hindari makanan yang asam, berminyak, pedas dan mengandung pengawet seperti makanan instan. Sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan yang dibuat sendiri supaya lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar