Sukses

Pertumbuhan Tinggi Badan
18 Jul 2017, 00:09 WIB
Wanita, 19 tahun.

Saya mau tanya dok. Sepertinya tubuh saya tidak berkembang dengan baik. Dari SD sampai sekarang kuliah tinggi badan hanya naik 1-2 cm. Apakah itu sudah tergolong tidak normal? Padahal biasanya saat masa pubertas pertumbuhan tinggi badan sangat pesat. Asupan gizi sehari-hari saya rasa sudah cukup, olahraga juga sudah dilakukan. Apa saya sebaiknya melakukan rontgent untuk mengecek normal tidaknya tulang saya dok? Terimakasih.

Terima kasih telah bertanya seputar pertumbuhan tinggi badan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu genetik (keturunan), gizi, dan lingkungan. Genetik dalam hal ini adalah faktor tinggi badan kedua orangtua. Perlu diketahui bahwa penambahan tinggi badan dapat dilakukan apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Lempeng tersebut terbuka pada saat usia pubertas dan baru akan menutup pada usia 20-21 tahun. Proses pemadatan tulang dewasa akan berhenti sampai usia 35 tahun. Namun menutupnya lempeng pertumbuhan harus dibuktikan dengan foto rontgen di beberapa area tulang.
Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi tinggi badan seseorang disertai tips untuk memperoleh tubuh ideal antara lain:
1. Genetik
Gen yang mempengaruhi tinggi rendah badan seseorang dinamakan HMGA2. Perubahan sebuah "huruf" dasar di kode genetik HMGA2 yakni sebuah C (disingkat dengan Cytosine) akan mempengaruhi tinggi badan seseorang. Seseorang yang hanya mendapatkan C dari salah satu orang tuanya akan lebih tinggi setengah sentimeter dari yang hanya memiliki T (disingkat dari Thymin). Begitu pula, bila seseorang memiliki C ganda akan membuat mereka lebih tinggi satu sentimeter dari yang memiliki T ganda. Masih ada lagi gen-gen yang berkaitan dengan tinggi badan. HMGA2 hanya menjelaskan 0,3 persen dari keberagaman tinggi manusia.
Adapun rumus untuk memperkirakan tinggi anak berdasarkan tinggi orangtuanya adalah :
Anak laki-laki= (Tinggi Ibu + Tinggi Ayah + 13) (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm
Anak perempuan = (Tinggi Ibu + Tinggi Ayah - 13) (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm
Rumus tersebut tidak mutlak dan merupakan perkiraan, umumnya saat mencapai dewasa kebanyakan anak dapat mencapai sekitar 10 cm dari estimasi tersebut. Hasilnya tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti asupan gizi dan nutrisi, serta aktivitas fisik.
2. Nutrisi
Tinggi badan menunjukkan kualitas gizi orang tersebut saat masa kanak-kanak dulu. Jika kualitas gizi orang itu kurang pada masa kanak-kanak dulu, orang tersebut cenderung pendek pada masa dewasanya, dan sebaliknya. Untuk menunjang pertumbuhan yang optimal di butuhkan vitamin untuk kekuatan tulang yaitu vitamin D, kalsium, dan phospor. Semua vitamin tersebut terangkum dalam makanan yg mengandung protein. baik itu protein hewan atau nabati, serta unsur sayuran hijau. contoh protein hewani yaitu: daging, ayam atau ikan, kerang, cumi, seafood lainnya, serta putih telur. contoh protein nabati yaitu: tahu tempe dan kacang2an kering lainnya seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang polong dan sebagainya. Tidak diperlukan suplemen dalam hal ini apabila kebutuhan nutrisi Anda sudah cukup.
3. Olahraga
Dianjurkan untuk melakukan olah raga yang memberikan beban pada tulang panjang kaki, misalnya atletik, lari santai, lompat tali (skipping), basket, badminton, renang dan olahraga lain yang sejenis. Dengan cara tersebut, tulang dirangsang tumbuh sedikit lagi karena hentakan berat badan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar