Sukses

Janin Tidak Berkembang, Harus Bagaimana?
20 Jun 2017, 13:28 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok saya di vonis janin tdk berkembang di usia 9w2d tapi saya tidak ada flek .. itu bagaimana ya dok ? sya bingung plus masih berharap krn banyk kasus dokter salah vonis krn hany USG perut .. bukan transvagina .. janin saya masih utuh dalam rahim dok.. dan ukuran 7w udh ada detak jantung sebelumnya

Terima kasih telah bertanya tentang janin tidak berkembang melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Berkembang atau tidak berkembangnya janin yang dikandung dapat diketahui secara pasti melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) kandungan.
Pada pemeriksaan tersebut dapat terlihat apakah ditemukan adanya kantung rahim yang disertai janin serta adanya denyut jantung janin yang terdengar saat USG.

Pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dipantau melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) kehamilan. Janin yang tidak berkembang atau biasa disebut pertumbuhan janin terhambat (PJT) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana berat janin tidak sesuai dengan fase kehamilan.

Dalam banyak kasus, PJT merupakan akibat dari adanya suatu kondisi yang membuat bayi kurang mendapatkan oksigen dan zat gizi untuk pertumbuhannya. Berikut ini beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab janin gagal berkembang:
• Insufisiensi plasenta. Ini adalah kondisi yang paling umum terjadi, dimana plasenta (ari-ari), jaringan yang berfungsi mengirimkan oksigen dan zat gizi kepada janin tidak bekerja dengan baik.

• Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol maupun zat adiktif lainnya seperti narkoba.

• Infeksi rubela (campak Jerman), sitomegalovirus, toksoplasma, dan sifilis pada sang ibu. Paparan terhadap infeksi ini dapat menimbulkan efek buruk pada janin.

• Kondisi medis tertentu yang diidap sang ibu –seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, ginjal, dan anemia.

• Lokasi tempat tinggal. Seorang wanita hamil dapat mengalami PJT bila tinggal di dataran tinggi, dimana tekanan oksigen lebih rendah.

• Kekurangan gizi.

• Kelainan genetik pada janin atau kehamilan multipel (kembar).

Janin yang mengalami kegagalan tumbuh kembang akan lebih berisiko mengalami masalah kesehatan baik sebelum dan sesudah dilahirkan. Jika dilahirkan secara prematur dengan berat lahir yang sangat rendah, bayi tersebut berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan.

Bila Anda ragu dengan kondisi yang Anda alami, kami anjurkan Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda, atau meminta pendapat dokter kandungan lainnya. Semoga penjelasan tentang janin tidak berkembang ini bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar