Sukses

Mengatasi Jerawat, Bagaimana?
21 Mei 2017, 03:23 WIB
Wanita, 20 tahun.

Assalamualaikum. Dok mau nanya nih Dulu muka aku kalau jerawatan pas lg gaid aja. Semenjak aku berobat ke dokter kulit n oas habis cream ny 2 botol. Aku pindah ke cream dri apotek. Hasilnya mk bagus bkin jerawat n bekasnya hilang bonus muka kinclong. Tp kalau berhenti 1 hari aja muka jerawatan n jadi hitam dri kulit asli nya. N akhirnya smpe sekarang muka aku jerawatan n jadi sensitif klau A Pake apa2 nya. Ini dah berjalan ke 5 bulan. Penjelasannya mngnai hal itu gmna dok. Trus buat penanganan keluhan wajah aku ini meskinya gimana

Terima kasih telah bertanya mengenai mengatasi jerawat menggunakan fitur Tanya Dokter.

Penyebab pasti terjadinya jerawat pada kulit belum diketahui, namun terdapat berbagai faktor yang dapat berkaitan dengan penyakit ini:

Stres
Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
Kelenjar minyak yang terlalu aktif.
Keturunan dari orang tua.
Bakteri pada pori-pori kulit.
Maka dari itu, pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor yang tertera di. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Kondisi kulit berminyak merupakan jenis kulit yang cenderung mengalami jerawat. Selain pengobatannya yang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stres, dan sebagainya.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum.

Memang pengobatannya membutuhkan jangka waktu lama dan kesabaran. Kami sarankan agar tidak berganti-ganti dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Jika berganti-ganti dokter, maka setiap dokter baru biasanya akan memulai pengobatan dari awal lagi. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan kebersihan wajah.

Bekas jerawat dapat dihilangkan dengan beberapa cara, misalnya dengan terapi laser, dermabrasi, dan sebagainya. Namun, penanganan bekas jerawat ini sangat tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas jerawat. Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian cara lain yang dapat memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas jerawat yaitu prosedur chemical peeling. Kedua prosedur tersebut (krim malam yang mengandung asam retinoat dan chemical peeling) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul.

Namun, sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti kedalaman bekas jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi/ kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda. Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk menganalisa faktor-faktor yang dapat menyebabkan jerawat pada wajah Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai mengatasi jerawat, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar