Sukses

Pertanyaan - #162437
20 Mei 2017, 15:10 WIB
Pria, 28 tahun.

Hy dok, sy bru nikah awal bln april dimana sy brhbungan pda saat masa ovulasi, kira2 stlh 2mggu brhbgan sy mrskan kram perut dan sprti ada prbhan pda bdan sy.. tp stlh sya cek mggunkn tespeck hsilnya msih ngtif hingga akhirnya awl mei sy Mens dg tgl yg sma sprti bln kmrin, tp darah Mens tdk sprti Mens sy biasanya, 5hr Mens drah masih deras dn merah serta kram perut.. apa kah itu tnda2 bhwa sya mglmi kguguran? Kalau iya apakh brbhaya jika tdk sya priksakan.?

dr. Aldo Ferly

Dijawab Oleh:

dr. Aldo Ferly

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Nyeri perut bagian bawah memang sering ditemukan pada perempuan yang sedang menstruasi. Nyeri tersebut diakibatkan oleh hormon prostaglandin yang dikeluarkan oleh otot-otot dinding rahim. Prostaglandin menstimulasi otot rahim tersebut untuk berkontraksi, menyebabkan suplai darah ke rahim berhenti untuk beberapa saat dan meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf nyeri, sehingga menimbulkan rasa nyeri. Prostaglandin juga bertanggung jawab terhadap gejala muntah, diare, dan sakit kepala yang biasanya juga muncul bersamaan dengan nyeri perut.

Nyeri haid ini masih dibilang normal jika berlangsung selama 2 - 3 hari. Jika Ibu telah mengalami nyeri haid ini sejak pertama kali menstruasi, hal ini disebutkan dismenore primer, dan merupakan hal yang normal atau fisiologis. Dismenore sekunder berarti nyeri haid karena sebab-sebab tertentu berupa kelainan dari rahim, saluran tuba, dan indung telur, seperti peradangan dinding rahim, kista indung telur, infeksi rahim, dan radang rongga panggul. Salah satu faktor risiko nyeri haid yang berlebih adalah penggunaan kontrasepsi spiral. Jika nyeri semakin bertambah atau berlangsung lebih dari 3 bulan, mungkin metode kontrasepsi Ibu sebaiknya diganti. Riwayat merokok atau minum minuman beralkohol juga merupakan faktor risiko.

Ibu sebaiknya menghubungi dokter jika: nyeri haid menjadi lebih lama dari biasanya, nyerinya semakin hebat atau berbeda dari yang pernah dirasakan sebelumnya, perdarahannya sangat banyak, atau ada tanda-tanda infeksi seperti demam, mengigil, nyeri pada tubuh, yang muncul saat berlangsungnya menstruasi. Ibu juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika nyeri panggul dirasakan pada hari-hari lain atau saat berhungan dengan suami.

Sementara itu, untuk meredakan nyeri (bila diperlukan), Ibu dapat meminum obat anti radang yang dijual bebas seperti ibuprofen. Selain itu, dapat dilakukan kompres hangat pada daerah perut bawah, pemijatan ringan pada perut bawah punggung bawah, olahraga (terutama sebelum dimulainya menstruasi), nutrisi yang baik, suplemen vitamin B6 (100 mg per hari) dan Magnesium (400 mg per hari) selama siklus menstruasi untuk menstimulasi produksi hormon dan relaksasi

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar