Sukses

Pandangan Kabur setelah Memakai Softlense
23 Apr 2017, 11:03 WIB
Wanita, 25 tahun.

Saya pakai softlense. Dan beberapa ahei lalu saya ketempat yg banyak asap rokonya. Setelah keluar mata saya kering dan berbayang. Kemudian saya buka softlense nya dan beberapa jam kemudian penglihayan saya kembali normal. Setelah itu setiap saya pakai softlense ini dalam satu jam selalu berbayang seperti saat kena asap rokok kmren. Apakah ini karena kejadian asap roko kmren? Apa yg harus dilakukan? Terimakasih

Terimakasih telah bertanya seputar penggunaan softlense dan mata buram menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Softlens membutuhkan perhatian mulai dari cara penggunaan, lama pemakaian, penyimpanan dalam kotaknya, dan perawatan kebersihan. Penggunaan softlens yang kurang tepat dapat berakibat infeksi pada mata. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan batas pemakaian softlense Anda (apakah 1 bulan atau 3 bulan, dll) dan pastikan agar tidak dipakai melebihi waktu yang ditentukan. Penyimpanan dan perawatan kebersihannya juga harus diperhatikan dengan seksama agar tetap bersih dan tidak menjadi sumber infeksi. Pemakaian softlense juga dapat mengkondisikan mata menjadi kering, sehingga mata menjadi lebih rentan.

Penggunaan softlens dapat menyebabkan infeksi pada mata, misalnya konjungtivitis (infeksi pada selaput tipis yang menyelubungi mata luar), keratitis (infeksi pada kornea mata), dan bahkan dapat menyebabkan infeksi pada seluruh bola mata. Hal ini dapat terjadi bila higiene pada saat penggunaan softlens atau cairan softlens tidak baik, maupun jika softlense terkontaminasi zat lain seperti asap rokok.

Saran saya jika memang softlense dirasa sudah tidak nyaman saat dipakai, meskipun belum waktu kadaluarsa, sebaiknya tetap dihindari pemakaiannya. Istirahatkan mata anda dari softlense paling tidak selama satu minggu, hindari asap rokok maupun polusi udara berlebih untuk sementara, dan jika dalam satu minggu tanpa softlense keluhan menetap, silahkan memeriksakan kesehatan mata anda kepada dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar