Sukses

Mata Minus dan Faktor Keturunan
22 Apr 2017, 09:21 WIB
Pria, 29 tahun.

dok, kenapa anggota keluarga saya semua mengalami cacat pada penglihatannya ya? kedua orang tua saya memakai lensa plus, dan saya tiga bersaudara menggunakan lensa minus.. yg paling parah adik saya yg umurnya masih 17 dan berdasarkan hasil tes di dokter mata sphnya minus 8.. itu penyebabnya apa ya dok? kalau kegiatan sehari-hari sih saya rasa normal, tidak selalu di depan gadget/komputer, atau ada penyakit yg menurun kah? terima kasih sebelumnya

Terima kasih telah bertanya tentang mata minus dan faktor keturunan menggunakan fitur Tanya Dokter.

Pertama izinkan kami menjelaskan tentang mata minus. Keluhan Anda saat ini adalah mata minus. Terkait dengan pertanyaan Anda, apakah mata minus merupakan penyakit keturunan? penyebab pasti mata minus belum dapat diketahui, namun memang genetika merupakan salah satu faktor utama terjadi mata minus, jadi jika kedua orangtua Anda mengalami gangguan rabun jauh maka mempunyai kesempatan untuk mengalami gangguann rabun jauh. Sekilas izinkan kami menjelaskan mengenai mata minus.

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh, tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit. Hal ini dikaitkan dengan perpanjangan sumbu bola mata yang dikaitkan dengan masa pertumbuhan. Kami sarankan anda untuk memeriksakan minus mata anda ke dokter mata untuk mendapatkan ukuran yang akurat.

Koreksi mata miopia adalah dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata sedangkan mata dengan astigmatisme adalah dengan menggunakan lensa silindris. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak.

Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A. Kegiatan seperti melihat komputer dan handphone terus menerus membuat otot mata selalu berkontraksi untuk melihat dekat, akhirnya seringkali timbul kelelahan otot mata yang menimbulkan nyeri kepala. Selain itu beberapa sumber mengaitkan seringnya memfokuskan mata untuk melihat dekat menyebabkan terjadinya mata minus, namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus adalah dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait mata minus dan faktor keturunan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar