Sukses

Anak Tidak Suka Nasi
21 Mar 2017, 18:00 WIB
Pria, 21 tahun.

Dok anak sya knpa ya gak doyan nasi dr umur 1 thn sya udh coba sgala vitamin penafsu mkan, vegebland 21 junior ,tetap badanya gak bs gemuk solusinya apa ya untuk anak sya spya diumur dia bb nya sesuai umurnya

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.

Salam kami untuk buah hati Anda tercinta.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Bagaimana dengan aktivitas anak Anda? Apakah anak Anda tergolong anak yang aktif? Bagaimana dengan jadwal makannya? Apakah anak Anda sudah makan makanan utama (nasi, lauk, sayur) dengan jadwal yang teratur, 3x sehari, disertai camilan di sela-sela jadwal makan utama? Apakah anak Anda mau makan makanan utama atau hanya makan makanan camilan saja?

Pada dasarnya, anak-anak dalam usia pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan kalori yang mencukupi. Kebutuhan akan sayur dan buah juga penting untuk asupan vitamin dan mineral. Hingga usia 10 tahun, anak-anak membutuhkan 100 kalori setiap kilogram berat badannya. Bila anak Anda cukup aktif (sering berlari-lari, bermain) maka membutuhkan tambahan sekitar 400 kalori lagi. Sehingga anak Anda membutuhkan 1400 kalori setiap harinya. Hal ini dapat dipenuhi dengan porsi makan 3x sehari dengan takaran 1 piring nasi dengan jumlah nasi yang cukup besar, jumlah lauk yang cukup besar dan sayur. Di sela-sela jadwal makan 3x sehari dapat diberikan camilan seperti bubur kacang hijau, puding buah, kue. Dengan demikian kebutuhan kalorinya dapat terpenuhi.

Beberapa penyebab yang menyebabkan anak tidak mau makan diantaranya adalah :

Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Contohnya permen, minuman ringan, coklat, chiki, dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.
Minum susu terlalu banyak. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Kurangi susu! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua
Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Variasikan menu makanan dengan baik.
Anak sedang dalam fase 'negativistik'. Bina komunikasi yang baik dengan anak. Bersabarlah menghadapi anak.
Anak sedang sakit / sedih. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih.
Apabila anak Anda minum susu, coba Anda berikan dengan jumlah yang lebih kecil namun sering.

Berikut ini kami sertakan tips yang dapat membantu anak untuk menyenangi makanan dan makan dengan lebih mudah:

Mengurangi cemilan yang membuat anak kenyang

Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak

Jangan cepat menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi lagi dengan suasana yang berbeda.

Sajikan makanan yang cukup bervariasi kepada anak sehingga anak tidak bosan.

Tambahkan susu secukupnya. Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Jumlah susu yang berlebihan akan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi. Cukup 2-3 gelas susu sehari.

Berikan jadwal makan teratur dalam jumlah yang kecil, jangan paksa anak menghabiskan makanannya

Hindari menunjukkan wajah khawatir atau marah ketika anak tidak mau makan. Perhatian terhadap kelakuan anak yang kurang baik justru dapat membuat anak terus melakukannya lagi

Bila anak mau makan atau mau menghabiskan makanannya maka berilah pujian

 

Sebetulnya vitamin tidak memiliki efek pada nafsu makan tapi membantu tubuh dalam menggunakan atau menyerap nutrien dari makanan. Karena itu, dengan mengembalikan keseimbangan vitamin dalam tubuh, nafsu makan dapat meningkat. Jika keseimbangan vitamin belum dapat dicapai dengan makanan yang sehari-hari dimakan, Anda dapat membantunya dengan memberikan suplemen multivitamin. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir untuk memberikan suplemen multivitamin kepada anak Anda, jika Anda merasa bahwa asupan zat gizinya dinilai kurang dari makanan-makanan yang dikonsumsinya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar