Sukses

Perdarahan setelah hubungan seks
21 Mar 2017, 16:22 WIB
Pria, 27 tahun.

Selamat pagi dok. Saya seorang ibu baru. Anak saya berjenis kelamin laki2. Tanggal 15 maret kemarin tepat 40 hari pasca melahirkan. Sebetulnya nifas saya pada tgl itu sudah tinggal cairan bening. Besoknya suami saya minta untuk melakukan hubungan suami isteri. Meski takut tapi saya setuju, tp suami saya melakukan pelan2 dan dangkal. Setelahnya ternyata mulai keluar darah kembali, awalnya sedikit tapi semakin hari semakin banyak seperti darah haid. Saya bingung dok, ini sebenarnya darah apa. Darah nifas? Haid? Atau kelainan? Tolong ya dok dijawab. Saya bener2 bingung. Terimakasih dok sebelumnya.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Pada kasus Anda bisa disebabkan oleh masa nifas yang belum selesai. 

Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda dan istri tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
Kanker leher rahim
Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim
Ditambah dengan keluhan keputihan yang Anda alami, keputihan tersebut adalah keputihan yang tidak normal. Gejala-gejala yang Anda alami dapat disebabkan karena infeksi atau tumor.

Kami menganjurkan Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam, 

 

0 Komentar

Belum ada komentar