Sukses

Gairah Seks Menurun, Apa Sebabnya?
14 Mar 2017, 12:57 WIB
Pria, 42 tahun.

Apa atau harus bagaimana mengatasinya? Gairah seks sya sudah ga ada, sehingga istri sya ga bisa terima

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda pasti sangat mengganggu Anda. Kami mengerti tentu hal ini dapat mengganggu hubungan Anda dan pasangan.

Gairah seks dalam kedokteran disebut dengan libido disebabkan oleh berbagai faktor seperti: fisik, emosional dan psikiologis. Secara umum gairah seks menurun dapat disebabkan oleh :

1. Kelelahan: Jumlah jam tidur kurang dari enam jam berkaitan dengan mendorong penurunan dorongan seks. Menurut para ahli, kurang tidur kronis bahkan kurang tidur selama semalam akan menurunkan kadar nafsu seksual yang mempengaruhi dorongan seks pada pria dan wanita.

2. Berat badan tidak ideal, kegemukan dapat mempengaruhi hormon yang pada akhirnya berpengaruh pada gairah seks selain itu juga orang gemuk dapat merasa kurang percaya diri dalam melakukan hubungan seks

3. Gaya hidup tidak sehat. Terlepas dari efek terhadap kesehatan, perokok dan pecandu alkohol cenderung memiliki dorongan seks yang lebih rendah. Sedangkan mereka yang aktif secara mental dan fisik lebih cenderung memiliki gairah seks yang normal.

4. Stres

5. Kebosanan dengan cara berhubungan seksual. Hal ini dapat terjadi bila hubungan seksual dilakukan dengan cara yang terus menerus sama. Variasi dalam metode berhubungan intim dalam dicoba untuk mengatasi penyebab ini.

Bagaimana dengan pola aktivitas Anda? Adakah stres yang sedang Anda alami? Dengan memahami kemungkinan penyebabnya, maka Anda dapat membangun kembali gairah seksual Anda.

Kami sarankan Anda mengenali terlebih dahulu apa penyebab dari penurunan libido yang terjadi pada Anda,tidak perlu dulu intervensi obat untuk mengatasinya. Jika keluhan semakin dirasakan Anda dapat konsultasikan diri ke dokter spesialis andrologi khusus masalah seks untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan terapi yang optimal, jangan gunakan obat secara mandiri tanpa pengawasan dokter.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar