Sukses

Kebiasaan Masturbasi Pada Wanita
08 Okt 2016, 20:35 WIB
Wanita, 18 tahun.

dok saya sering melakukan mansturbasi , apakah hal itu adalah hal yang wajar? lalu apakah jika sering melakukan mansturbasi, secara tidak langsung akan mengganggu psikolog kita dan juga kinerja otak?? dan bagaimana cara agar kita bisa menghilangkan kebiasaan mansturbasi ?? terimakasih

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Seperti layaknya laki-laki, perempuan juga tumbuh dengan memiliki kebutuhan batin terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kebutuhan ini pada akhirnya dapat menimbulkan dorongan pada perempuan tersebut untuk melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya masturbasi bukanlah suatu tindakan yang bijaksana.

Apabila dilakukan terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan perubahan pola tidur, stres, gangguan panik/kecemasan, lemas, kurangnya konsentrasi, dsb. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Tidaklah disarankan untuk melakukan masturbasi menggunakan benda-benda keras karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perlukaan pada daerah kemaluan dan sekitarnya. 

Oleh sebab itu, tindakan masturbasi sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari dengan cara mengalihkan perhatian setiap kali rasa ingin melakukan masturbasi itu timbul. Salurkanlah hasrat tersebut ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, bekerja, atau kegiatan lain yang disenangi. Tentunya akan lebih baik apabila memanfaatkan waktu luang yang ada untuk melakukan olahraga atau hobi yang lebih bermanfaat dibandingkan melakukan masturbasi.Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Masturbasi sendiri pada dasarnya tidak mempengaruhi keperawanan jika memang tidak menyebabkan robekan pada daerah selaput dara (himen). 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar