Sukses

Mungkinkah Hidup dengan Satu Ginjal?
29 Jan 2016, 16:30 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dokter... saya mau tanya kalau salah satu ginjal ada yang diangkat, apakah manusia bisa bertahan hidup hanya dengan (satu) 1 ginjal saja dan apa efek sampingnya? Terima kasih dokter atas jawabannya.

Ibu/Saudari yang terhomat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelum kami menjelaskan bagaimana manusia dapat bertahan hidup dengan satu ginjal, izinkan kami untuk menjelaskan terlebih dahulu bagaimana ginjal berkontribusi dalam tubuh dan kehidupan manusia.

Ginjal merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh kita. Organ ini menjadi organ utama dalam beberapa fungsi pokok tubuh, antara lain:

  • pemeliharaan keadaan stabil dinamis lingkungan cairan tubuh,
  • memegang peranan penting dalam pembuangan sisa-sisa metabolisme,
  • regulasi volume esktraselular,
  • keseimbangan elektrolit,
  • dan keseimbangan asam dan basa tubuh.

Ginjal juga meproduksi dan mengeluarkan hormon eritropoetin, bentuk aktif vitamin D3 (calcitriol), serta enzim renin. Eritropoetin bekerja pada sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Calcitriol bekerja pada sel-sel usus untuk absorpsi kalsium makanan, dan pada tulang untuk memobilisasi kalsium dari tulang ke darah. Sedangkan renin berfungsi dalam mempertahankan tekanan darah.

Apakah manusia dapat bertahan hidup dengan satu ginjal dan apakah ada dampaknya, berikut penjelasan kami:

Apa Dampak Tubuh Manusia Jika Hidup dengan Satu Ginjal?

Secara singkat jawaban untuk pertanyaan Ibu adalah, ya, manusia bisa hidup dengan hanya satu ginjal. Sebetulnya, tubuh manusia tidak memerlukan dua ginjal, fungsi-fungsi di atas dapat dijalankan oleh satu ginjal saja. Banyak orang yang lahir dengan satu ginjal.

Sebagian besar dari mereka menjalani hidup tanpa mengetahui bahwa mereka hanya memiliki satu ginjal. Tidak ada insiden peningkatan gagal ginjal pada orang yang lahir dengan satu ginjal, atau mengalami gagal ginjal karena satu ginjal diangkat.

Orang dengan satu ginjal dapat hidup seperti biasa, bahkan tidak ada pengaturan makanan tertentu kecuali ginjal yang tertinggal memang memiliki masalah.

Namun, ada baiknya minum dalam jumlah banyak, dan makan makanan yang sehat, seimbang kalori dan nutrisinya. Aktvitas sehari-hari pun tidak dibatasi, dan sebaiknya hindari aktivitas-aktivitas yang membuat ginjal lebih rentan terhadap trauma.

Selain itu perlu dilakukan tes laboratorium analisi urin dan pengukuran tekanan darah tiap tahun, sedangkan fungsi ginjal diperiksa tiap beberapa tahun. Ada indikasi bahwa orang yang pada usia dewasa mendonasikan salah satu ginjalnya untuk transplantasi bisa memiliki tekanan darah yang sedikit tinggi dan peningkatan protein dalam urin dalam jumlah sedikit 10 – 15 tahun setelahnya.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

Mungkinkah Hidup dengan Satu Ginjal?

Secara singkat jawaban untuk pertanyaan Ibu adalah, ya, manusia bisa hidup dengan hanya satu ginjal. Sebetulnya, tubuh manusia tidak memerlukan dua ginjal, fungsi-fungsi di atas dapat dijalankan oleh satu ginjal saja. Banyak orang yang lahir dengan satu ginjal.

Sebagian besar dari mereka menjalani hidup tanpa mengetahui bahwa mereka hanya memiliki satu ginjal. Tidak ada insiden peningkatan gagal ginjal pada orang yang lahir dengan satu ginjal, atau mengalami gagal ginjal karena satu ginjal diangkat.

Orang dengan satu ginjal dapat hidup seperti biasa, bahkan tidak ada pengaturan makanan tertentu kecuali ginjal yang tertinggal memang memiliki masalah.

Namun, ada baiknya minum dalam jumlah banyak, dan makan makanan yang sehat, seimbang kalori dan nutrisinya. Aktvitas sehari-hari pun tidak dibatasi, dan sebaiknya hindari aktivitas-aktivitas yang membuat ginjal lebih rentan terhadap trauma.

Selain itu perlu dilakukan tes laboratorium analisi urin dan pengukuran tekanan darah tiap tahun, sedangkan fungsi ginjal diperiksa tiap beberapa tahun. Ada indikasi bahwa orang yang pada usia dewasa mendonasikan salah satu ginjalnya untuk transplantasi bisa memiliki tekanan darah yang sedikit tinggi dan peningkatan protein dalam urin dalam jumlah sedikit 10 – 15 tahun setelahnya.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

Terima kasih.

0 Komentar

Belum ada komentar