Sukses

Hubungan Antara Sakit Kepala dengan HIV/AIDS

Hati-hati, sakit kepala yang semakin lama terasa semakin berat bisa berhubungan dengan HIV/AIDS.

Klikdokter.com, Jakarta Memang benar bahwa sakit kepala bisa disebabkan oleh banyak sekali penyakit, mulai dari yang ringan hingga berbahaya seperti HIV/ AIDS. Sebelumnya ada baiknya Anda mengetahui sedikit mengenai sakit kepala.

Sakit kepala berbeda dengan pusing. Istilah pusing lebih mengacu kepada sensasi sekeliling Anda menjadi berputar. Sedangkan sakit kepala adalah rasa terikat, kencang atau berdenyut di kepala.

Terdapat dua jenis sakit kepala, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer itu sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sakit kepala tipe tegang (tension-type headache), sakit kepala migrain, dan sakit kepala kluster.

Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh sebab lain seperti tumor, perdarahan otak, keracunan karbon monoksida, turunnya trombosit, infeksi dan masih banyak lainnya.

Pada penderita HIV/AIDS, mereka cenderung lebih mudah terinfeksi oleh patogen seperti virus, bakteri dan jamur. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh mereka yang melemah. Lalu apa hubungannya dengan sakit kepala?

Salah satu bentuk infeksi yang mematikan bagi penderita HIV/AIDS adalah infeksi selaput otak. Infeksi ini paling sering disebabkan oleh infeksi jamur namun bisa juga disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan juga parasit.

Meningitis atau peradangan pada selaput otak yang disebabkan infeksi jamur ini menimbulkan gejala utama berupa sakit kepala, demam, penurunan kesadaran, serta leher menjadi kaku.

Apabila mengalami gejala seperti ini, maka bagi penderita HIV/AIDS harus lebih waspada dan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Apabila tidak ditangani dengan baik, meningitis bisa memburuk dengan sangat cepat dan dapat berujung pada kematian. Tidak hanya itu, infeksi ini bisa menyebabkan kerusakan yang permanen pada otak.

Meski begitu, tidak berarti keluhan sakit kepala pasti menandakan bahwa anda memiliki infeksi HIV atau tumor otak. Untuk memastikannya diperlukan wawancara medis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala atau pemeriksaan laboratorium lainnya jika diperlukan.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar