Sukses

4 Manfaat Mainan Squishy untuk si Kecil

Anda ragu apakah mainan squishy yang sedang tren bermanfaat untuk si Kecil? Simak selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Mainan squishy berasal dari kata squeezing yang berarti meremas. Mainan yang kian populer ini memiliki berbagai bentuk yang menarik bagi anak-anak. Sebagian juga mengeluarkan aroma yang khas saat diremas. Meski nampaknya sederhana, ternyata squishy memiliki banyak manfaat untuk si Kecil.

  • Mengasah kemampuan sensorik

Bagi anak yang sudah bisa menggenggam, squishy bisa digunakan untuk melatih kemampuan sensorik melalui indera peraba. Si Kecil dapat mengenali bentuk, tekstur, dan konsistensi suatu benda dengan meraba, memijat atau meremasnya.

  • Mengasah keterampilan motorik halus

Meremas squishy dapat melatih keterampilan serta koordinasi motorik halus pada jari-jari dan telapak tangan anak. Squishy yang muncul dalam berbagai rupa pun bisa menjadi sarana untuk memperluas wawasan si Kecil.

Sebagai contoh, si Kecil bisa belajar mengenal bentuk dan nama dari benda-benda, makanan, binatang, buah atau sayuran.

  • Melatih kemampuan berbahasa dan bersosialisasi

Karena bentuknya bermacam-macam, squishy bisa digunakan untuk bermain peran yang akan melatih imajinasi, kemampuan berbahasa, sekaligus bersosialiasi dengan orang lain. Sebagai contoh, squishy yang berbentuk buah dan sayuran bisa digunakan untuk bermain peran dalam konteks jual beli di pasar.

  • Menyalurkan emosi negatif

Orang dewasa meremas squishy untuk meredakan stres atau kecemasan. Begitu pun dengan si Kecil, mereka dapat mengurangi rasa stres, kekesalan atau kemarahannya dengan meremas squishy. Dengan demikian, si Kecil belajar mengontrol emosi negatif dan tahu bagaimana cara menyalurkannya tanpa merugikan orang lain.

Selain memiliki manfaat positif, squishy juga memiliki dampak negatif. Squishy jenis tertentu dapat mengeluarkan serpihan saat diremas. Squishy yang berkualitas buruk juga mudah sobek. Kedua hal ini dapat meningkatkan risiko si Kecil tertelan serpihan squishy jika tidak diawasi saat bermain.

Anak yang sensitif juga bisa mengalami alergi berupa ruam kemerahan, gatal hingga biduran pada kulit. Alergi biasanya dipicu oleh bahan kimia yang digunakan untuk membuat squishy, seperti karet, pewarna dan pewangi. Jika reaksi alergi selalu muncul setelah memainkan squishy, segera jauhkan mainan tersebut dari si Kecil.

Untuk mencegah dampak negatif dari squishy, Bunda perlu melakukan upaya-upaya pencegahan. Meski tergolong aman, tetap awasi si Kecil saat bermain squishy. Selalu ingatkan bahwa squishy bukan makanan dan tidak boleh dimakan.

Ingatkan pula agar si Kecil selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah bermain squishy. Pewarna atau bahan pembuat squishy dapat menempel dan ikut tertelan jika si Kecil langsung makan tanpa cuci tangan terlebih dulu.

Perlu diketahui bahwa manfaat squishy dapat optimal jika orang tua mendampingi si Kecil ketika bermain. Jika Bunda tertarik untuk membelinya, pilih squishy yang berukuran besar dan tidak mudah sobek, sehingga tidak menimbulkan serpihan yang dapat tertelan. Perhatikan juga kandungan bahan pembuat squishy, pastikan aman dan tidak beracun. Happy squeezing!

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar