Sukses

Kolesterol Tinggi Bisa Karena Keturunan

Anda bisa saja mengalami kolesterol tinggi meskipun merasa diri sehat dan tidak kelebihan berat badan. Mengapa demikian? Temukan jawabannya

Klikdokter.com, Jakarta Apakah orang kurus pasti bebas kolesterol? Bukankah orang gemuk lebih berisiko memiliki kolesterol tinggi? Benar, orang gemuk memang berisiko memiliki kolesterol tinggi, tetapi bukan berarti orang kurus tidak berisiko memiliki kolesterol tinggi. Pada orang kurus, kadar kolesterolnya dapat dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya karena faktor keturunan.

Sebagian dari penderita kolesterol mungkin mengetahui bahwa kadar kolesterol tinggi paling sering disebabkan karena pola hidup tidak sehat, kegemukan, kurang olahraga, banyak makan makanan yang digoreng dan berlemak, serta jarang makan buah dan sayuran.

Padahal, ada penyebab lain yaitu kesalahan genetik yang diturunkan. Hal ini sering kali tidak terdeteksi sejak muda dan menjadi salah satu penyebab terjadinya serangan jantung atau stroke yang berujung pada kematian atau kelumpuhan di usia muda.

Kolesterol dalam tubuh berasal dari dua sumber: makanan yang kita makan dan produksi dari tubuh kita sendiri. Karena kolesterol tidak larut dalam aliran darah, maka tubuh kita membawanya dengan protein dan partikel lain yang dapat mudah bercampur dengan aliran darah.

Salah satu partikel penting pembawa kolesterol adalah kolesterol jahat (LDL). Kolesterol dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sel. Ketika kolesterol dibutuhkan oleh sel, maka reseptor LDL pada permukaannya menarik LDL dari aliran darah.

Jika reseptor LDL ini tidak berfungsi dengan baik, maka LDL akan bertahan lebih lama dalam aliran darah sehingga lebih banyak LDL yang menyisip dalam dinding pembuluh darah arteri. Ini lah yang menjadi salah satu mekanisme terciptanya plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah di kemudian hari.

Orang-orang dengan kerusakan gen yang mengatur reseptor LDL mendapatkan salinan genetik yang salah dari satu atau kedua orangtuanya. Di Amerika Serikat diperkirakan satu dari 500 orang mengalami kelainan ini. Namun hanya sekitar 10-20% yang menyadarinya. Jika tidak diobati, 85% laki-laki dan 50% perempuan akan mengalami serangan jantung atau stroke dan kematian mendadak di usia kurang dari 65 tahun.

Lantas bagaimana kita mencegah bahaya tersebut? Periksakan kolesterol Anda sekarang dan konsultasi dengan dokter. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol tinggi, Anda dapat mengendalikannya dengan diet rendah lemak, makan lebih banyak sayuran dan ikan laut, olahraga teratur, serta penggunaan obat anti kolesterol tinggi. Ingat pula untuk menjaga tekanan darah dalam batas optimal, dan tidak merokok. \

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi plant satanol ester, suatu senyawa yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol, yang kini telah tersedia di pasaran.

Lalu kapan kita perlu curiga seseorang punya faktor keturunan kolesterol tinggi? Kita curiga ada faktor keturunan kolesterol tinggi pada orang yang memiliki orangtua dengan riwayat diketahui penyakit jantung koroner, atau serangan jantung pada usia kurang dari 55 tahun. Atau salah satu dari orangtua memiliki kolesterol total sama/lebih dari 240 mg/ dL.

Pada anak-anak yang dicurigai ada keturunan kolesterol tinggi, dapat dilakukan deteksi dini kolesterol tinggi dengan pemeriksaan lab setidaknya kolesterol total. Secara umum, American Heart Association menganjurkan pemeriksaan kolesterol termasuk kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL) bagi orang yang setidaknya sudah berusia 20 tahun.

Kolesterol tinggi dapat terjadi bertahun-tahun tanpa disadari. Kadang orang merasa dirinya sehat, tidak kelebihan berat badan. Namun tiba-tiba ia baru menyadari bahwa dirinya mengalami kolesterol tinggi. Nah, mungkin saja itu diturunkan dari keluarganya.

(BA/MFW)

0 Komentar

Belum ada komentar