Sukses

Osteoporosis, Penyakit Berbahaya yang Tidak Bergejala

Meski berbahaya, osteoporosis tidak menimbulkan gejala yang spesifik pada penderitanya. Jadi harus bagaimana?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar masyarakat mungkin sudah pernah mendengar tentang osteoporosis. Bagaimana tidak, penyakit berbahaya yang menyerang tulang ini dapat menyerang segala usia, baik pria maupun wanita.

Meski berbahaya, tahukah Anda bahwa osteoporosis tidak menimbulkan gejala yang spesifik pada penderitanya? Pada dasarnya, osteoporosis merupakan penyakit yang berhubungan dengan pengeroposan tulang. Tulang yang tadinya memiliki massa padat, lama-kelamaan menurun kepadatannya dan menjadi tipis serta berongga.

Beberapa faktor risiko osteoporosis, yakni:

  1. Asupan zat gizi yang tidak seimbang, khususnya kurang kalsium dan vitamin D.
    2Penuaan.
  2. Keturunan.
  3. Gaya hidup.

Menurunnya massa dan kepadatan tulang akibat osteoporosis menyebabkan penderitanya memiliki tulang yang rapuh dan mudah patah. Dengan kata lain, mereka yang menderita osteoporosis dapat dengan mudah mengalami fraktur (retak atau patah tulang) meski hanya terjatuh ringan.

Fraktur akibat osteoporosis paling sering terjadi di daerah panggul, pergelangan tangan dan tulang belakang. Bila ini terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia, akibatnya bisa fatal.Sebab, orang tua yang mengalami fraktur tulang panggul tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain akibat gangguan gerak yang terjadi seumur hidup.

Meski dapat menimbulkan dampak yang sangat bahaya, penyakit ini tidak memberikan gejala yang spesifik. Osteoporosis baru bisa diketahui sampai penderitanya mengeluhkan ada yang tidak beres dengan struktur tulang di dalam tubuhnya.

Risiko osteoporosis dapat diturunkan, salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut:

  1. Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D.
  2. Kurangi konsumsi sodium, garam atau makanan asin lainnya.
  3. Berolahraga secara rutin dan teratur. Beberapa jenis olahraga yang bisa Anda jadikan pilihan adalah berjalan, jogging, atau aerobik ringan.
  4. Hindari minum kopi dan minuman ringan (soft drink) berlebihan, minuman beralkohol, dan merokok karena dapat menghambat penyerapan kalsium di dalam tubuh.
  5. Pastikan Anda mendapatkan paparan sinar matahari pagi. Ini turut membantu pembentukan vitamin D.
  6. Konsumsi suplemen kalsium jika diperlukan.

Yuk, lebih peduli pada kesehatan tulang diri sendiri. Dengan begitu, diri Anda akan terhindar sama sekali dari serangan osteoporosis di kemudian hari.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar