Sukses

Benarkah Menyusui Tingkatkan Risiko Osteoporosis?

Konon, menyusui bisa tingkatkan risiko osteoporosis pada sang ibu. Bagaimana pandangan dunia medis mengenai hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui adalah masa paling indah. Karena di masa ini, ibu bisa meningkatkan ikatan (bonding) dengan buah hati tercintanya. Namun di balik itu semua, menyusui dituding dapat menyebabkan sang ibu terkena osteoporosis.

Secara sederhana, menyusui merupakan tindakan menyalurkan makanan kepada bayi lewat payudara ibu. Artinya, proses ini menarik nutrisi yang ada di dalam diri ibu untuk diberikan pada bayi melalui ASI.

Salah satu nutrisi yang keluar bersama ASI adalah kalsium, di mana zat ini diambil langsung dari massa tulang ibu. Penelitian membuktikan bahwa sebagian besar wanita kehilangan 3-5% massa tulangnya selama menyusui.

Selain lewat ASI, massa tulang wanita juga bisa berkurang saat menyusui akibat rendahnya kadar hormon estrogen –hormon yang berperan melindungi berkurangnya massa tulang– di dalam tubuhnya. Kejadian ini diduga akibat sang ibu tidak bisa mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya.

Jadi, jika Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian –khususnya kalsium, tidak berolahraga secara rutin dan teratur, serta tidak menerapkan gaya hidup sehat–, maka menyusui bisa berujung pada kejadian osteoporosis.

Oleh karena itu, jika saat ini Anda sedang berada di masa menyusui, pastikan Anda berolahraga secara rutin dan teratur, menerapkan gaya hidup sehat, dan menerapkan pola diet seimbang dengan kalsium yang cukup.

Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa wanita menyusui membutuhkan konsumsi kalsium sekitar 1.000 mg/hari. Beberapa sumber kalsium yang bisa Anda jadikan pilihan adalah:

  • Produk susu rendah lemak, seperti susu, yoghurt, keju dan es krim.
  • Sayuran hijau gelap, seperti brokoli.
  • Ikan laut kaleng, seperti sarden dan salmon.
  • Tahu, kacang almond, dan jagung.
  • Makanan yang diperkaya kalsium, seperti jus jeruk, serealia dan roti.

Jika Anda seorang wanita menyusui dan dokter telah meresepkan suplemen vitamin dan mineral, pastikan untuk tetap mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Menyusui, siapa takut!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar