Sukses

Serangan Jantung Usia Muda, Apa Sebabnya?

Belakangan ini, serangan jantung semakin sering mengintai usia muda. Apa sebabnya? Yuk, cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung dan serangan jantung adalah dua kondisi gawat, yang diketahui hanya terjadi pada orang tua saja. Lantas, mengapa belakangan ini kondisi tersebut juga terjadi pada usia muda?

Penyakit jantung koroner bukan tidak mungkin diderita oleh usia muda. Ini karena faktor genetik atau keturunan adalah salah satu alasan yang mempercepat proses penyempitan pembuluh darah jantung.

Hal lain yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung di usia muda adalah kondisi-kondisi kesehatan tertentu. Misalnya penyakit kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi atau kegemukan (obesitas). Merokok juga bisa memperburuk keadaan.

Selain serangan jantung, ada pula gangguan jantung lain yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai serangan jantung.
Memang membingungkan, terutama bila kondisi tersebut menimpa orang yang terlihat bugar, sehat, dan rajin berolahraga. Padahal, ada kemungkinan kematian mendadak ini disebabkan oleh jenis gangguan jantung lain, bukan akibat penyakit jantung koroner.

Kondisi yang dimaksud adalah gangguan irama jantung. Kondisi mematikan ini dapat terjadi karena kelainan genetik (bawaan), atau kelainan struktur jantung bawaan.
Gangguan irama jantung menjadi penyebab henti jantung mendadak pada usia muda. Kondisi ini umumnya tidak didapati penyakit yang menjadi faktor risiko, seperti halnya penyakit jantung koroner.

Orang yang menderita gangguan irama jantung juga umumnya dalam kondisi sehat. Bahkan, seorang atlet yang selalu menjaga tubuhnya tetap bugar juga dapat mengalami henti jantung, dengan kejadian yang relatif singkat.

Jadi, meski Anda sehat dan masih berusia muda, tidak ada salahnya untuk screening kesehatan jantung di pusat pelayanan kesehatan yang mumpuni. Dengan demikian, kelainan jantung dan serangan jantung dapat dideteksi dan diberikan terapi sejak dini.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar