Sukses

Daging Kambing Dapat Bantu Atasi Anemia, Benarkah?

Banyak yang mengatakan bahwa daging kambing merupakan jenis daging yang dapat menambah darah sehingga dapat membantu mengatasi anemia. Namun, benarkah demikian? Berikut ulasannya.

Makan daging kambing dipercaya oleh masyarakat banyak dapat mengobati masalah kurang darah atau anemia. Namun, benarkah hal ini?

Anemia merupakan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Hemoglobin berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Ada banyak jenis anemia, dan cara pengobatannya pun berbeda-beda tergantung dari jenis anemia yang terjadi. Penyebab anemia yang paling umum terjadi adalah defisiensi/kekurangan zat besi. Beberapa jenis anemia lainnya, antara lain:

  • Anemia defisiensi asam folat
  • Anemia defisiensi vitamin B12kekurangan zat b
  • Anemia hemolitik
  • Perdarahan
  • Penyakit kronik

Diagnosis anemia ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Jika ditemukan kadar hemoglobin <12 g/dl pada diri Anda, maka ada kemungkinan bahwa Anda menderita anemia.

Jenis anemia yang paling banyak dialami oleh penduduk Indonesia adalah anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi ini diatasi dengan mengonsumsi suplemen zat besi dan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Beberapa makanan yang kaya akan zat besi, yakni:

  • Daging merah, hati, ayam, ikan, kerang
  • Sayuran hijau, seperti bayam
  • Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang kedelai, almond
  • Buah kurma dan aprikot

Selain mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi seperti di atas, seseorang yang menderita Anemia defisiensi besi juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin C guna meningkatkan penyerapan zat besi yang berasal dari makanan tersebut.

Namun bagi Anda yang menderita anemia defisiensi besi, Anda disarankan menghindari untuk mengonsumsi kopi, teh, dan alkohol. Pasalnya, kopi, teh, dan alkohol mengandung polyphenol yang jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan Anda dapat mengganggu penyerapan zat besi dari makanan tersebut. Jadi daripada memilih kopi, teh, ataupun alkohol, lebih baik Anda mengonsumsi jus jeruk atau minuman lain yang mengandung vitamin C agar penyerapan zat besi menjadi lebih baik.

Dan penting untuk Anda ketahui, zat besi yang berasal dari sumber hewani akan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan zat besi yang berasal dari sumber nabati, seperti sayuran.

Sumber zat besi hewani yang dapat Anda jadikan pilihan untuk dikonsumsi, misalnya daging merah. Pasalnya, daging merah memang kaya akan zat besi, terutama organ hati dan jantung. Tiga ons daging merah mengandung 2,5 miligram zat besi, sedangkan organ hati dan jantung memiliki kandungan zat besi yang lebih banyak lagi. Daging merah ini tidak hanya berupa daging kambing, namun bisa juga daging sapi, ataupun daging ayam.

Jadi, memang benar bahwa daging kambing dapat meningkatkan asupan zat besi dalam tubuh. Tetapi, bukan berarti daging kambing ini dapat mengatasi semua jenis anemia. Pasalnya, daging kambing ini hanya dapat membantu mengatasi jenis anemia defisiensi besi. Selain itu, jenis daging yang kaya akan zat besi bukan hanya daging kambing saja, bisa juga jenis daging merah yang lainnya.

Jadi, apabila Anda ingin mengonsumsi daging untuk mencukupi kebutuhan zat besi Anda, pilihlah daging yang memiliki lemak paling sedikit. Hindari daging yang berasal dari bagian dada, iga, perut, leher, dan bahu, karena bagian tersebut paling banyak mengandung lemak. Selain itu, hindari juga daging cincang, sosis, daging yang digoreng, ataupun daging yang sudah diproses (daging olahan).

0 Komentar

Belum ada komentar