Sukses

Hati-hati dengan Penyakit Keturunan yang Satu Ini

Anemia atau kurang darah ternyata memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah sickle cell anemia. Pernah dengar?

Klikdokter.com, Jakarta Sickle cell anemia, begitulah medis menyebutnya. Di Indonesia, istilah ini lebih dikenal dengan sebutan anemia sel sabit. Anda tahu?

Sickle cell anemia atau anemia sel sabit merupakan penyakit keturunan. Ini terjadi akibat adanya mutasi dari sel darah hemoglobin, terutama hemoglobin S (HbS). Disebut sebagai anemia sel sabit adalah karena pada kasus ini, sel darah merah berubah bentuk menyerupai bulan sabit, dan tidak data bergerak bebas untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Sama seperti jenis anemia lainnya, anemia sel sabit juga berbahaya. Ini karena penyakit tersebut dapat mengancam jiwa dan menimbulkan komplikasi pada organ tubuh penderitanya.

Anemia sel sabit banyak ditemukan pada orang yang berasal dari Afrika dan daerah Mediterania. Kemungkinan menurunnya penyakit anemia sel sabit dari orangtua kepada anaknya adalah sebesar 50%.

Secara umum, gejala yang timbul hampir sama dengan anemia jenis lainnya. Adapun kondisi yang secara khusus terjadi pada kasus anemia sel sabit, di antaranya:

  1. Anemia sel sabit muncul pada masa anak-anak. Biasanya, setelah bayi berusia 4 bulan dapat diketahui.
  2. Anemia sel sabit menyebabkan keluhan nyeri akut dan kronik pada organ tubuh, termasuk nyeri pada tulang, dada, perut dan persendian.
  3. Timbulnya pembengkakan, seperti pada tangan dan kaki.
  4. Mudah timbul infeksi, sehingga keluhan dapat disertai demam, lesu dan lemah.
  5. Anak yang menderita anemia sel sabit memiliki kemungkinan untuk gagal tumbuh, berat badan kurang, mengalami gangguan saraf yang menyerupai stroke, dan lainnya.
  6. Pada pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan menemukan adanya mata yang kuning, serta organ limpa yang membesar.

Anemia sel sabit tidak sepenuhnya dapat disembuhkan. Pengobatannya pun memerlukan waktu yang tidak sebentar. Ini bertujuan untuk mengontrol gejala dan mencegah timbulnya komplikasi.

Di samping itu, pasien anemia sel sabit juga membutuhkan nutrisi dan cairan yang tidak sedikit. Pasien pun memerlukan transfusi darah yang cukup sering, dan dilakukan secara berkala.

Jika ditemukan infeksi, dokter akan mewajibkan pasien untuk mengonsumsi antibiotik lebih sering. Tatalaksana lainnya dapat berupa pemberian vaksin, vitamin, terapi fisik, akupuntur dan rehabilitasi.

Sekarang Anda sudah kenal dengan sickle cell anemia atau anemia bulan sabit, bukan? Jika Anda curiga memiliki tanda dan gejala yang telah disebutkan, jangan tunda lagi. Segera bawa diri ke dokter sebelum terlambat.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar