Sukses

Inilah yang Terjadi saat Sakit Kepala Menyerang

Penasaran apa yang terjadi di dalam kepala saat sakit kepala menyerang? Simak di sini!

Sakit kepala, rasanya hampir setiap manusia pernah mengalaminya. Tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi di kepala saat keluhan ini menyerang?

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama adalah sakit kepala primer, di mana tidak ada penyakit yang mendasari. Sedangkan yang kedua adalah sakit kepala yang disebabkan oleh kehadiran penyakit tertentu.

Mekanisme terjadinya sakit kepala berbeda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya.

  1. Meningitis

Ini adalah infeksi selaput yang melindungi otak dan merupakan salah satu penyebab sakit kepala. Meningitis disebabkan oleh bakteri atau virus. Kasus sakit kepala akibat meningitis disebabkan oleh adanya iritasi selaput otak, yang sensitif terhadap rangsangan nyeri.

  1. Tumor

Tumor adalah jaringan yang tumbuh secara tidak normal. Kejadian ini menyebabkan rasa sakit kepala, karena desakan massa pada berbagai struktur di dalam kepala. Tumor dapat menekan struktur yang kaya akan serabut saraf, seperti selaput pelindung otak.

  1. Migrain

Migrain dapat menyebabkan rasa sakit kepala melalui beberapa mekanisme. Salah satunya adalah pelebaran pembuluh darah yang terjadi secara mendadak.

  1. Pecah aneurisma pembuluh darah otak

Aneurisma adalah pelebaran pembuluh darah yang terjadi secara tidak normal dan menyebabkan perdarahan di dalam otak. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya mengeluhkan adanya sakit kepala hebat.

  1. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus yang terletak di wajah. Hal ini akan menyebabkan sensasi tertekan pada kepala, sehingga penderitanya kerap mengeluhkan sakit kepala. Penderita sinusitis juga akan mengeluhkan hidung tersumbat, dan nyeri seperti tertekan pada daerah sinus –misalnya daerah pipi.

Kira-kira, kondisi mana yang paling sesuai dengan karakteristik sakit kepala Anda? Jika sakit kepala terjadi terus-menerus, jangan ragu untuk berkunjung ke dokter guna mendapatkan penanganan secepatnya.

(NB/ RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar