Sukses

Anak Belum Bisa Bicara atau Berjalan?

“Anak tetangga yang berusia 2 tahun sudah bisa berbicara, kok anakku belum”. Kondisi seperti ini sering terjadi dan menimbulkan kekhawatiran. Lalu, kapan sebaiknya orangtua waspada akan keterlambatan bicara dan berjalan pada anak?

Menunggu anak mulai berjalan dan berbicara kadang membuat orangtua geregetan. Perlu diingat bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda, bahkan pada anak kembar. Rentang usia pencapaian keterampilan berjalan dan berbicara anak pun cukup besar. Pada bayi-bayi prematur sering kali mengalami keterlambatan perkembangan, namun biasanya saat usia 2 tahun mereka sudah dapat mengejar ketinggalan.

Berjalan

Langkah pertama anak selalu dinanti-nantikan oleh setiap orangtua. Anak dapat mulai berjalan di usia 12-15 bulan. Ada yang lebih cepat (secepat usia 8 bulan), ada pula yang lebih lambat. Ketika anak menginjak usia 18 bulan dan belum bisa berjalan, maka sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter spesialis anak.

Terlambat berjalan pada anak dapat disebabkan otot yang lemah, trauma kepala, ataupun penyakit cerebral palsy (lumpuh otak). Bila perkembangan lainnya normal, bisa saja anak belum berjalan karena kurang mendapat kesempatan dan stimulasi. Anak yang terlalu sering digendong, ditaruh di baby walker, sering bepergian jauh sehingga harus menggunakan stroller atau car seat cenderung kurang mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi ruangan dan menggerakkan otot-ototnya.

Berbicara

Terlambat bicara merupakan gangguan perkembangan yang paling sering dijumpai. Sekitar 1 dari 5 anak mengalami keterlambatan bicara dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Meskipun demikian, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Usia 12 bulan: Anak tidak mengoceh atau mengucapkan kata ‘mama’ dan ‘papa’, serta tidak mengerti atau berespons ketika diajak bicara.
  • Usia 18 bulan: Tidak mengucapkan satu katapun.
  • Usia 2 tahun: Hanya mengucapkan beberapa kata dan sering kali berkomunikasi dengan menunjuk atau menggerutu.
  • Usia 2½ tahun: Hanya menggunakan satu suku kata atau menguasai kurang dari 50 kosakata.
  • Usia 3 tahun: Kata-katanya tidak dapat dimengerti oleh orang asing atau hanya berbicara menggunakan dua kalimat simpel.

Keterlambatan bicara dapat diakibatkan oleh penggunaan lebih dari satu bahasa di rumah, infeksi telinga, gangguan otot pengontrol bicara, ataupun autistic spectrum disorder.

Pada dasarnya orangtua senang memperhatikan perkembangan anak, bahkan hingga teman sebaya anaknya pun diperhatikan. Namun, janganlah membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain. Hal penting yang dapat dilakukan orangtua ialah dengan memberikan stimulasi yang tepat dan sesuai. Jika merasa ada hal yang tidak sesuai pada perkembangan anak, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan dokter spesialis anak.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar