Sukses

Kenapa Vegetarian Butuh Zat Besi

Mengapa memenuhi kebutuhan zat besi sangat penting bagi vegetarian? Cari tahu selengkapnya di sini.

Menjadi vegetarian sering dianggap sebagai hal yang menyehatkan. Namun bukan berarti ini tidak memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, vegetarian berhubungan erat dengan salah satu penyakit, yaitu anemia.

Anemia merupakan kondisi di mana kadar sel darah merah (hemoglobin) kurang dari nilai normal. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai kondisi. Namun yang paling sering terjadi pada vegetarian adalah anemia karena kekurangan zat besi. Bagaimana bisa?

Jenis pelaku vegetarian memang berbeda-beda. Namun kebanyakan, mereka menghindari semua produk hewani untuk dikonsumsi. Inilah yang menyebabkan para vegetarian rentan terserang anemia defisiensi zat besi. Karena produk hewani –khususnya daging– banyak mengandung zat besi. Tubuh memerlukan asupan zat besi yang cukup untuk dapat membentuk sel darah merah, yang berfungsi membantu metabolisme di dalam tubuh.

Oleh karena itu, seseorang yang menjadi vegetarian harus bisa menilai kecukupan diet makanannya. Apakah sudah memenuhi kebutuhan minimum zat besi, atau sebaliknya. Mereka pun harus bijaksana dalam memilih jenis makanan sebagai pengganti daging agar zat besi tetap tercukupi.

Jika Anda vegetarian dan mengalami kondisi lemas, lesu, pucat pada wajah maupun tangan, sakit kepala dan lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dalam menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi, dokter akan melakukan pemeriksaan darah. Indikator pemeriksaan darah tersebut, meliputi:

  1. Hemoglobin (Hb/sel darah merah)

Kadar sel darah merah menentukan apakah seseorang mengalami anemia atau tidak. Jika kadarnya kurang dari nilai normal, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami anemia.

Wanita

12-16 gr/dL

Pria

14-18 gr/dL

 

Tabel 1. Nilai normal hemoglobin (World Health Organization)

  1. Ferritin darah

Merupakan pemeriksaan lanjutan apabila Anda mengalami anemia. Ferritin berfungsi untuk menilai apakah Anda kekurangan asupan zat besi, atau hal lainnya.

Wanita

11-307 mikrogram/L

Pria

24-336 mikrogram/L

 

Tabel 2. Nilai normal ferritin (World Health Organization)

  1. TIBC (Total Iron Binding Capacity)

TIBC, atau yang juga dkenal sebagai total pengikat besi, merupakan pemeriksaan untuk menilai kemampuan tubuh dalam mengikat zat besi.  Jika hasil dari TIBC ini tinggi, berarti kadar zat besi dalam tubuh Anda sedikit.

TIBC Normal

24-474 mikrogram/dL

 

Nilai Normal TIBC (World Health Organization)

Dari ketiga pemeriksaan di atas, dokter dapat menentukan apakah Anda mengalami anemia –khususnya anemia defisiensi besi– atau tidak. Jika memang anemia, maka Anda membutuhkan asupan zat besi tambahan selain dari makanan yang biasanya vegetarian konsumsi. Anda pun dapat mengonsumsi suplemen yang dianjurkan oleh dokter. Pemeriksaan ini sebaiknya diulang 3 bulan mendatang untuk mengetahui apakah kondisi Anda sudah membaik atau justru sebaliknya.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar