Sukses

Urea Breath Test: Pemeriksaan Terkini Tukak Lambung

Sudahkah Anda mendengar tentang urea breath test? Penasaran? Simak infonya di sini.

Penderita tukak lambung kini tak lagi harus berhadapan dengan pemeriksaan endoskopi yang tidak nyaman. Saat ini ada alternatif pengobatan yang bernama urea breath test.

Urea Breath Test

Dahulu, pemeriksaan tukak lambung atau peptic ulcer adalah sebuah tindakan yang ditakuti oleh para penderitanya. Pasalnya, bakteri H. pylori pada tukak lambung dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan endoskopi, dengan memasukkan alat ke dalam lambung melalui mulut. Kemudian sampel jaringan lambung diambil untuk dilakukan biopsi di laboratorium. Namun kini, infeksi aktif H. pylori dapat di diagnosis dengan menggunakan urea breath test.

Bakteri H. pylori akan memproduksi enzim urease yang akan memecah urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Secara sederhana, pada urea breath test, pasien akan diminta untuk menelan tablet yang berisi urea. Udara yang keluar saat pasien menghembuskan napas kemudian akan diukur kadar karbon dioksidanya. Hasil kadar karbon dioksida ini kemudian akan mengindikasikan keberadaan bakteri H. pylori pada lambung pasien.

Proses Pemeriksaan

Pada saat persiapan sebelum pemeriksaan, pasien tidak diperkenankan mengonsumsi antibiotik apa pun, minimal selama 4 minggu sebelum pelaksanaan prosedur pemeriksaan. Pasien juga tidak boleh mengonsumsi obat PPI (Proton Pump Inhibitor), 2 minggu sebelum pemeriksaan. Pasien pun akan diminta untuk berpuasa makan dan minum selama 4 jam sebelum prosedur dilakukan.

Setelah prosedur selesai, sampel napas akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Pasien kemudian boleh beraktivitas, makan dan minum seperti biasa. Tidak ada pantangan khusus bagi pasien setelah pemeriksaan urea breath test. Kecuali pasien akan melakukan prosedur pemeriksaan lain.

Jika Anda seorang penderita tukak lambung dan ingin memeriksakan diri ke dokter, tidak ada salahnya untuk menanyakan pilihan pemeriksaan yang tersedia. Apakah terdapat urea breath test atau tidak. Diskusikan pilihan pemeriksaan dan terapi yang paling tepat dengan dokter Anda.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar