Sukses

Zat Pembasmi Jamur: Clotrimazole

Zat pembasmi jamur mungkin saja Anda butuhkan di saat jamur menyerang. Kenali lebih dalam tentang zat pembasmi jamur: clotrimazole berikut ini.

Zat pembasmi jamur adalah sesuatu yang paling dibutuhkan oleh mereka yang terkena infeksi jamur. Zat pembasmi jamur yang sudah banyak dikenal adalah Clotrimazole.

Pada umumnya, beberapa jamur yang hidup di kulit mungkin tidak menimbulkan infeksi. Namun, ada juga jamur yang dapat menimbulkan infeksi pada kulit, misalnya jamur golongan tinea pedis yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi di sela jari kaki yang disebut dengan athlete’s foot (kutu air).

Selain itu, infeksi yang disebabkan oleh jamur juga dapat menyerang bagian tubuh lain, misalnya pada lipatan paha, kulit kepala, ketiak ataupun bagian lainnya.

Bagaimana cara menangani kondisi seperti ini?

Saat kondisi seperti ini terjadi, Anda dapat menggunakan obat pembasmi jamur yang memiliki kandungan clotrimazole di dalamnya. Clotrimazole adalah suatu zat yang berfungsi untuk menghambat biosintesis ergosterol yang berguna dalam pembentukan membran sitoplasma sel-sel jamur sehingga membran sitoplasma sel jamur tersebut tidak terbentuk sempurna dan akhirnya mati.

Selain kulit, clotrimazole juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada area tubuh lain, misalnya digunakan untuk mengobati vaginal thrush (sariawan vagina), ataupun beberapa jenis infeksi pada telinga.

Namun demikian, penggunaan clotrimazole haruslah digunakan secara hati-hati,  khususnya bila didapati kondisi-kondisi seperti:

  • Sedang hamil atau menyusui
  • Adanya penggunaan obat-obatan lain
  • Memiliki alergi obat

Oleh karena itu, sebelum Anda menggunakan obat-obatan tertentu, ada baiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan keamanan yang pasti.

Saat terjadi infeksi jamur, biasanya akan terjadi juga rasa gatal yang sangat mengganggu. Oleh karena itu, fungiderm hadir untuk membantu mengatasi masalah jamur yang bisa saja menyerang Anda.

Fungiderm adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi permasalahan infeksi jamur pada kulit Anda. Fungiderm mengandung bahan aktif clotrimazole yang mampu menghambat biosintesis ergosterol yang berperan dalam pembentukan membran sitoplasma sel-sel jamur sehingga membran sitoplasma sel jamur tidak terbentuk sempurna dan akhirnya mati.

Aturan pakai:

Selain kemasannya praktis, fungiderm juga sangat mudah untuk digunakan. Oleskan krim secukupnya, yakni 2-3 kali dalam sehari pada bagian yang terkena infeksi jamur selama 10-14 hari secara teratur dan tidak terhenti. Pada kasus tertentu, seperti infeksi jamur pada sela-sela jari kaki, membutuhkan waktu sekitar 1 bulan dengan pengobatan yang dilakukan secara teratur.

Indikasi:

Fungiderm sangat efektif sebagai obat infeksi jamur pada kulit dan kuku yang disebabkan oleh dermatofit, kandida dan jamur lain, seperti:

  • Jamur pada lipatan kulit, seperti lipatan paha (tinea cruris),
  • Jamur pada sela-sela jari kaki/kutu air (tinea pedis),
  • Jamur pada tubuh seperti panu dan kadas (tinea versicolor & tinea corporis),
  • Jamur pada kulit kepala (tinea captis),
  • Jamur pada kuku (tinea unguium), dan
  • Jamur pada janggut (tinea barbae).

Selain itu, fungiderm juga dapat digunakan pada pengobatan mikosis yang disertai dengan infeksi sekunder oleh bakteri gram positif.

0 Komentar

Belum ada komentar