Sukses

Penyebab Jamur pada Kulit

Penyebab jamur pada kulit sangat bervariasi. Kenali penyebab jamur pada kulit oleh dr. Melyarna Putri berikut ini.

Penyakit jamur memiliki frekuensi angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia. Sebagai contoh, insidensi jamur pada kuku di Indonesia adalah 4,7% seperti disebutkan pada penelitian oleh Profesor Kusmarinah dan Profesor Unandar dari Universitas Indonesia. Hal ini mudah untuk dipahami, sebab Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis.

Infeksi jamur terkadang sering disepelekan oleh sebagian orang. Alasan utamanya adalah karena keluhan jamur dianggap hanya mengganggu estetika saja. Namun apabila dibiarkan, penyakit ini dapat mengenai kulit pada area yang lebih luas.

Sebenarnya, apa sajakah penyebab jamur pada kulit ini?

Beberapa penyakit jamur yang sering terjadi antara lain adalah tinea korporis, tinea kruris, tinea pedis, tinea kapitis, tinea versikolor, malasezzia folikulitis, dan kandidosis. Tinea korporis, tinea kruris, tinea pedis dan tinea kapitis merupakan penyakit jamur pada kulit yang disebabkan adanya infeksi jamur dermatofita, yaitu Microsporum, Trichophyton, dan Epidermaphyton.

  1. Tinea versikolor

Panu, atau tinea versikolor, jarang menimbulkan keluhan selain keluhan estetik. Sifat gatalnya adalah ringan. Malassezia furfur Robin yang menjadi penyebab panu ini sebenarnya adalah jamur yang secara normal berada di kulit tanpa menimbulkan penyakit. Namun dengan adanya faktor pencetus yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit, panu dapat terjadi. Faktor pencetus yang dapat memicu terjadinya panu adalah penurunan faktor kekebalan tubuh pada kondisi berat badan kurang, atau sedang menderita suatu penyakit tertentu dalam jangka waktu lama, suhu udara, kelembapan, dan keringat. 

  1. Malasezzia folikulitis

Malasezzia folikulitis adalah jamur yang menimbulkan keluhan mirip jerawat namun pada lokasi berbeda, seperti punggung, dada, dan lengan. Jamur ini juga merupakan flora normal yang ditemukan di kulit, bila pada seseorang terdapat faktor pencetus yang menyebabkan ketidakseimbangan kehidupan flora normal di kulit, maka spesies ini akan tumbuh secara berlebihan di dalam folikel sebasea (lemak) di kulit.  Faktor pencetus ketidakseimbangan kehidupan flora normal di kulit, adalah:

  • Panas
  • Kelembapan udara
  • Diabetes mellitus
  • Keganasan
  • Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat
  • Pemakaian obat sitostatika
  • Kondisi imunitas rendah (AIDS dan sakit kronis lainnya)
  • Pemakaian bahan berlemak
  1. Kandidosis

Kandidosis merupakan kelainan kulit oleh jamur Candida sp. Infeksi kandida pada kulit ditandai dengan keluhan berupa bintil berisi cairan berukuran besar, dikelilingi dengan bintil kecil di sekelilingnya.  Infeksi candida ini biasanya terjadi pada daerah lipatan pada tubuh. Infeksi ini dapat terjadi apabila terdapat faktor predisposisi baik dari dalam maupun dari luar, yaitu:

  • Kehamilan, haid
  • Luka bakar, kelembapan meningkat, kegemukan
  • Defisiensi zat besi, vitamin lain, dan malnutrisi
  • Diabetes mellitus, keganasan, dan status imunitas rendah
  • Penggunaan antibiotika dan obat lain, seperti obat golongan steroid

0 Komentar

Belum ada komentar