Sukses

Penyakit Gusi Saat Kehamilan

Tahukah Anda, penyakit gusi saat kehamilan rentan terjadi? Berikut info medis selengkapnya di sini.

Akumulasi plak diiringi perubahan hormonal pada masa kehamilan akan menyebabkan penyakit gusi atau gingivitis saat kehamilan. Pada wanita hamil, perubahan hormonal yang terjadi sangat drastis turut bermanifestasi dalam rongga mulut. Oleh karena itu, gingivitis saat kehamilan akan diperparah jika kondisi kebersihan gigi dan mulut ibu sebelum hamil termasuk buruk.

Gigi yang sehat tidak hanya sekedar putih dan bebas karies, tapi juga harus didukung oleh gusi yang sehat. Gusi merupakan jaringan penyangga gigi yang melindungi gigi dan tulang. Apabila kebersihan gigi dan mulut tidak terpelihara dengan baik, plak akan menumpuk di permukaan gigi yang berbatasan dengan gigi sehingga menyebabkan peradangan dan infeksi pada gusi, hingga menyebabkan gingivitis saat kehamilan.

Gingivitis umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga orang yang mengalaminya sering tidak menyadari bahwa gusinya telah meradang dan infeksi. Tanda-tanda gingivitis saat kehamilan di antaranya gusi menjadi bengkak, berwarna lebih merah terang, dan mudah berdarah. Penderita juga dapat mengeluhkan bau mulut tak sedap.

Penelitian mengenai gingivitis saat kehamilan telah mulai dipublikasikan sejak akhir tahun 60an. Sebagian dari penelitian tersebut menyampaikan bahwa radang gusi mencapai puncaknya pada trimester kedua, dan sebagian lainnya menyatakan puncaknya adalah di trimester ketiga. Namun umumnya peradangan gusi ini akan membaik setelah kelahiran.

Berbagai hipotesis telah dikemukakan mengenai terjadinya gingivitis saat kehamilan ini. Faktor-faktor seperti penurunan sistem imun ibu, peningkatan vaskularitas pembuluh darah, perubahan seluler dan mikroorganisme dalam mulut ibu hamil diduga berhubungan erat dengan terjadinya gingivitis saat kehamilan.

Gusi yang meradang dan terinfeksi yang tidak dirawat dapat berlanjut menjadi peradangan jaringan periodontal (periodontitis). Pada tahap lanjut, periodontitis yang parah akan menyebabkan kegoyangan gigi karena rusaknya tulang yang menyangga gigi. Beberapa penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal-jurnal ilmiah wanita hamil menyatakan bahwa gingivitis dan periodontitis saat kehamilan dapat berujung kepada berat badan lahir bayi kurang dari normal dan lahir prematur

Untuk menjaga kesehatan gigi, jagalah selalu kebersihan gigi  secara seksama dengan sikat gigi minimal 2 kali sehari, dan pilihlah pasta gigi yang mengandung Microgranules yang dapat membersihkan sela-sela gigi 94% lebih bersih dibanding pasta gigi biasa dan Zinc-Citrate yang memiliki daya kerja ekstra dalam membunuh kuman sehingga memberikan perlindungan terhadap bakteri dan plak pada gigi.

0 Komentar

Belum ada komentar