Sukses

Hindari Hal Ini Saat Merencanakan Kehamilan

Perencanaan kehamilan membutuhkan kondisi fisik dan psikis yang sehat, bagi ibu hamil maupun pasangan.

KlikDokter.com - Anak merupakan anugerah bagi pasangan suami-istri. Namun tidak jarang, kehamilan bukan hal yang mudah untuk diperoleh. Beberapa pasangan sangat mudah mendapatkan kehamilan, namun pasangan lain tidak. Karenanya, kesuburan pria dan wanita menjadi topik utama untuk mendapatkan kehamilan.

Setiap orang pasti menginginkan kesuburan bagi dirinya maupun pasangannya. Tapi tanpa disadari, terdapat hal yang dapat mempengaruhi kesuburan sehingga menghalangi terjadinya kehamilan. Untuk menjaga kesuburan selama perencanaan kehamilan, hindari hal-hal berikut ini:

  • Kafein Berlebih

Kafein dapat ditemukan pada minuman bersoda, teh, dan kopi. Menurut artikel Sharma dkk., kafein berdampak negatif pada kesuburan seorang wanita dan menyebabkan keguguran, kematian janin dalam kandungan, serta kematian janin ketika dilahirkan.

  • Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual dapat merusak tuba falopi seorang wanita, yang mengakibatkan wanita sulit menjadi hamil.

  • Berat Badan Berlebih dan Berat Badan Kurang

Berat badan berlebih dikatakan dapat menurunkan kesuburan seorang wanita. Menurut Sharma dkk., semakin besar indeks massa tubuh seorang wanita maka akan semakin sulit terjadinya penempelan calon bakal janin ke dinding rahim. Selain itu, berat badan yang berlebih juga mempengaruhi gangguan perkembangan sel telur sehingga dapat mengalami siklus haid anovulatoar.

Di sisi lain, memiliki berat badan kurang juga berdampak pada kesuburan. Wanita dengan indeks masa tubuh di bawah 17 dapat mengalami peningkatan risiko penurunan fungsi sel telur. Selain mempengaruhi kesuburan wanita, berat badan kurang juga dapat menurunkan kesuburan seorang laki-laki.

Berikut hal lainnya yang wajib dicermati agar kesuburan selama perencanaan kehamilan terjaga, selengkapnya di halaman selanjutnya

1 dari 2 halaman

Hindari Hal Ini Saat Merencanakan Kehamilan

Prenagen

  • Stres

Menurut Whirledge dan Cidlowski, kondisi stres akan mempengaruhi fungsi hormon hipotalamus hipofisis dan adrenal yang akan berdampak pada kesuburan seorang wanita. Kehamilan itu sendiri tidak jarang menyebabkan stres pada wanita hamil. O’Hara menyebutkan dalam penelitiannya bahwa dari 99 wanita yang dipantau selama trimester kedua kehamilan sampai dengan 9 minggu setelah melahirkan, sebanyak 9% mengalami depresi selama kehamilan dan 12% wanita mengalami depresi setelah melahirkan.

Dari penelitian tersebut juga dikatakan, wanita yang depresi selama kehamilan mengalami kurangnya dukungan dari pasangan dibandingkan wanita yang tidak mengalami depresi. Begitu pula dengan wanita yang mengalami depresi setelah melahirkan, tidak medapat dukungan yang cukup dari pasangan dan memiliki masalah kehidupan lebih berat.

  • Rokok

Berhentilah merokok saat sedang melakukan perencanaan kehamilan. Mereka yang merokok didapati lebih banyak mengalami infertilitas dibandingkan mereka yang tidak merokok. Rokok diduga mempengaruhi fungsi sel telur, saluran untuk mengantarkan sel telur, dan mengganggu keseimbangan hormonal. Dalam penelitian Yang dkk. yang berjudul “Exposure to Secondhand Smoke and Associated Factors among Non-Smoking Pregnant Women with Smoking Husbands in Sichuan Province, China” menyebutkan bahwa perokok pasif memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung pembuluh darah, kanker, dan penyakit saluran pernapasan kronik. Penelitian yang sama menyebutkan bahwa wanita hamil yang terpapar asap rokok akan memiliki risiko untuk memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah, kematian janin, kelahiran prematur, dan keguguran.

  • Alkohol

Alkohol dapat merusak sperma pria. Sebuah studi kasus menyebutkan seorang pria dengan azospermia (suatu keadaan di mana air mani tidak mengandung sperma) memiliki sperma normal setelah 3 bulan berhenti mengonsumsi alkohol. Pada wanita, seorang wanita yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih banyak akan cenderung mengalami infertilitas dibandingkan mereka yang mengonsumsi dalam jumlah sedang. Konsumsi alkohol diikatakan dapat menyebabkan haid anovulatoar (siklus haid yang terjadi tanpa adanya proses ovulasi), meningkatkan risiko kematian janin, perkembangan sel telur yang tidak normal, dan gangguan siklus hormonal.

  • Kurang Berolahraga

Sudah tidak asing lagi kita mendengar bahwa olahraga dapat membuat fisik sehat dan bugar. Begitu pula pada kesuburan. Berolahraga setiap hari dapat menaikkan tingkat kesuburan wanita. Contohnya, wanita yang sedang mengikuti program bayi tabung dan melakukan lari selama 4 jam atau lebih dalam satu minggu, mengalami peningkatan keberhasilan program bayi tabungnya. Selain itu, berolahraga juga menurunkan presentase lahir mati sebanyak 40% dan menurunkan kegagalan penempelan janin ke dinding rahim.

0 Komentar

Belum ada komentar