Sukses

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Kelebihan Berat Badan?

Dibutuhkan metode yang efisien dan ketekunan orangtua untuk mencapai pola makan yang sehat pada anak. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com - Prinsip menangani anak yang memiliki berat badan berlebih tampak sederhana, yakni mengurangi makanan tidak sehat dan meningkatkan aktivitas fisik. Namun pada praktiknya, memperbaiki berat badan anak dapat berlangsung dalam waktu yang lama dan membuat orangtua frustrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan metode yang efisien dan ketekunan orangtua untuk mencapai kebiasaan hidup dan pola makan yang sehat.

Perlu diketahui, anak yang tampak gemuk belum tentu sehat. Terdapat berbagai faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan anak memiliki berat badan berlebih. Ketika anak memiliki berat badan normal, ia cenderung lebih sehat dan jarang jatuh sakit, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta lebih percaya diri.

Agar orangtua dapat menilai kategori berat badan anak, diperlukan grafik pertumbuhan anak yang dapat Anda peroleh dari dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan cara berikut:

  • Untuk anak usia <2 tahun, gunakan grafik Indeks Massa Tubuh WHO 2006. Nilai Z score > +2 tergolong dalam kategori overweight dan nilai > +3 tergolong sebagai obesitas

  • Untuk anak usia 2-18 tahun, gunakan grafik Indeks Massa Tubuh CDC 2000. Nilai di atas persentil 85-95 merupakan kategori overweight dan di atas persentil 95 adalah kategori obesitas.

Apabila saat ini anak memiliki berat badan yang berlebih, makanan dan aktivitas fisik adalah dua hal utama yang perlu diperhatikan oleh orangtua, yaitu yang pertama; makanan. Halaman berikut penjelasan selngkapnya:

1 dari 3 halaman

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Kelebihan Berat Badan?

Bayi Sehat Milna

Makanan

Pertambahan berat badan bisa berasal dari apa yang dikonsumsi anak sehari-hari. Oleh karena itu, melakukan kontrol atas pola makan anak sangat penting untuk Anda lakukan.

  1. Belanja

Ketika berbelanja, pilihlah jenis makanan yang sehat. Batasi makanan yang tinggi akan gula dan lemak. Untuk produk susu seperti keju, yoghurt, dan minuman susu, pilihlah produk rendah lemak.

  1. Waktu makan

Berikan Si Kecil makanan pada jam makannya. Perhatikan apakah anak memang lapar atau hanya ingin mengunyah makanan. Konsumsi makanan hanya diperlukan apabila tubuh memerlukannya, bukan karena faktor emosi seperti senang atau sedih. Biasakan makan bersama-sama dengan keluarga bila memungkinkan.

  1. Porsi makanan

Sajikan makanan dalam piring yang lebih kecil untuk membuat hidangan tampak lebih banyak. Dengan cara ini, otomatis anak akan makan dalam porsi yang cukup.

  1. Sarapan

Biasakan anak untuk selalu sarapan di pagi hari. Sajikan makanan yang tinggi serat seperti sereal atau roti gandum yang rendah gula, susu rendah lemak, dan perbanyak porsi buah-buahan, sehingga anak kenyang lebih lama dan berenergi.

  1. Camilan

Camilan merupakan bagian penting dari pola makan anak. Selalu sediakan camilan sehat yang rendah kalori, seperti buah potong dan sayuran. Letakkan makanan tersebut pada tempat yang mudah dijangkaunya.

  1. Minuman

Hindari menambahkan gula pasir pada minuman anak, karena sebenarnya anak sudah  mendapatkan gula dari buah alami. Pilihlah susu rendah lemak dan jus buatan sendiri (tanpa gula pasir) untuk anak, serta perbanyak konsumsi air mineral.

  1. Buah dan sayur

Anak sering kali menolak untuk makan sayuran. Sebagai solusinya, gunakan kreativitas Anda dalam mengolah sayuran dan selalu selipkan dalam menunya sehari-hari. Menurut rekomendasi WHO, dibutuhkan asupan buah dan sayur minimal 5 porsi dalam sehari.

  1. Makan di luar rumah

Kurangi kebiasaan membeli makanan untuk dibawa pulang dari restoran, terutama makanan cepat saji. Sering kali makanan jenis ini mengandung kadar garam dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan masakan rumah.

  1. Pengetahuan tentang nutrisi

Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai pengaturan nutrisi yang baik untuk Anda dan keluarga.

Lalu bagaimana dengan aktivitas fisiknya? Halaman berikut penjelasan selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Kelebihan Berat Badan?

Bayi Sehat Milna

Aktivitas Fisik

Berolahraga tidak hanya bagus untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dengan melakukan aktivitas fisik, anak tidak hanya sehat secara fisik namun juga bisa lebih kreatif.

  1. Anak cenderung meniru orangtuanya. Oleh karena itu, berikan contoh yang baik kepada anak.

    • Untuk bayi, aktivitas fisik perlu dibiasakan sejak lahir. Kegiatan seperti menggapai dan memegang mainan, menarik dan mendorong, menggerakkan kepala dan tubuh mereka, berguling-guling, hingga posisi tengkurap merupakan contoh aktivitas sederhana yang dilakukan bayi.

    • Untuk anak usia balita, aktivitas fisik perlu dilakukan setidaknya 3 jam sehari dalam waktu yang dibagi sepanjang hari. Contoh kegiatan tersebut adalah berdiri sendiri, berjalan kaki, bermain, melompat, berlari, dan permainan lainnya.

    • Untuk anak usia di atas 5 tahun, pastikan mereka melakukan aktivitas fisik yang lebih intens minimal 1 jam sehari. Tidak perlu melakukannya langsung dalam 1 jam, namun Anda dapat membaginya dalam 5-10 menit atau divariasikan sepanjang hari. Ajak ia bermain di luar rumah, seperti petak umpet dan berenang.

  2. Kurangi waktu untuk kegiatan pasif, seperti menonton TV, bermain video game, dan gawai. Batasi waktu untuk kegiatan tersebut kurang dari 1 jam sehari untuk anak usia pra sekolah dan 2 jam sehari untuk anak usia sekolah.

Ingatlah bahwa kebiasaan makan anak tidak dapat berubah dalam semalam. Anak yang sehat membutuhkan variasi banyak makanan agar nutrisinya seimbang. Jangan menghentikan suatu jenis makanan secara drastis.  Lakukan dengan sabar, bertahap, dan kreatif. Fokus Anda adalah untuk menanamkan kebiasaan makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik anak.

Apabila anak mulai menunjukkan keberhasilan, berikan hadiah untuknya, bukan hadiah makanan, namun hadiah seperti pergi berjalan-jalan atau melakukan permainan favoritnya. Diskusikan dengan dokter anak apabila Anda menemui kesulitan dalam memperbaiki berat badan anak.

0 Komentar

Belum ada komentar