Sukses

Amankah Jika Si Kecil Tidur Tengkurap?

Banyak orangtua percaya bahwa posisi tidur tengkurap bisa membuat tidur bayi lebih nyaman. Ada pula yang khawatir jika posisi tidur tengkurap dapat mengganggu pernapasan buah hati mereka. Namun, bagaimana dengan fakta medisnya?

KlikDokter.com - Tidur yang yang berkualitas amat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan kesehatan fisik dan mental, terutama pada bayi. Namun, beberapa masalah kesehatan pada anak dapat timbul akibat waktu tidur yang kurang, kebiasaan sebelum tidur, hingga posisi ketika tidur.

Pada bayi, posisi tidur yang diyakini paling aman saat ini adalah posisi telentang. Namun, terdapat beberapa kondisi di mana anak mendapatkan manfaat lebih jika tidur dalam posisi tengkurap, seperti:

  • Anak yang memiliki gejala refluks gastroesofageal (kembalinya isi lambung ke kerongkongan)
  • Anak yang mengalami kelainan bentuk pada saluran napas (terjadi pada sindrom Pierre Robin, sindrom down, dan lain-lain)
  • Anak yang lahir prematur dan mengalami masalah saluran pernapasan. Posisi tengkurap pada bayi baru lahir prematur diyakini dapat memperbaiki aliran oksigen dari paru-parunya

Pada bayi di bawah usia 1 tahun, posisi tengkurap dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian bayi secara mendadak). Namun tidak hanya posisi tengkurap, faktor risiko lain yang dikaitkan dengan peningkatan risiko SIDS antara lain ibu perokok, perawatan antenatal (sebelum melahirkan) yang buruk, ibu hamil usia muda, bayi kurang bulan atau dengan berat lahir rendah, jenis kelamin bayi laki-laki, dan alas tidur yang sangat lembut.

Usia berapakah paling rentan terjadi bayi mati mendadak? Halaman berikutnya penjelasan selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Amankah Jika Si Kecil Tidur Tengkurap?

Bayi Sehat Milna

Frekuensi kejadian SIDS ini lebih tinggi pada bayi usia 1-3 bulan. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi diyakini bahwa bayi yang tengkurap memperoleh asupan oksigen lebih rendah dan mengeluarkan karbon dioksida lebih sedikit ketika ia tidur tengkurap.

Temuan lainnya menyebutkan, karena belum sempurnanya perkembangan bagian dari otak yang berperan untuk membangunkan diri sendiri ketika berada dalam situasi berbahaya, dalam hal ini bila asupan oksigen berkurang.

Tidur dalam posisi telentang merupakan rekomendasi posisi paling aman untuk sebagian besar bayi pada 6 bulan pertama kehidupan mereka, kecuali bila terdapat kontraindikasi medis tertentu.

Bentuk tengkorak bayi juga dapat terpengaruh apabila ditempatkan dalam posisi yang sama. Hal ini sebetulnya tidak mempengaruhi pertumbuhan otaknya dan pada kebanyakan bayi bentuknya akan kembali normal seiring dengan pertumbuhan.

Namun untuk mencegah bentuk bagian belakang kepalanya rata, strategi yang utama adalah dengan memastikan bahwa ketika bayi terjaga (bukan ketika tidur), ia berada dalam posisi tengkurap atau bergantian dalam posisi selain telentang, minimal 15 menit selama beberapa kali sehari. Tengkurap saat terjaga penting untuk perkembangan anak untuk melatih kemampuan motoriknya, seperti melatih otot lehernya mengangkat kepala atau menggunakan tangannya untuk bermain.

Strategi lainnya yang dapat diterapkan orangtua untuk mencegah bentuk kepala belakang rata adalah tidurkan bayi dalam posisi telentang, namun ubah posisi kepalanya bergantian ke kiri atau kanan secara perlahan. Jangan meletakkan bayi terlalu lama di dalam car seat atau kereta bayi dan gunakan gendongan bayi untuk menggendong.

Pada prinsipnya, memposisikan anak telentang ketika tidur dan tengkurap saat bermain akan lebih baik untuk kesehatannya. Untuk mempermudah Si Kecil tidur telentang, letakkan bantal atau selimut yang nyaman di dekapannya. Apabila Si Kecil ingin tidur tengkurap, pastikan bahwa anak Anda sehat, Anda dan si kecil tidak memiliki faktor risiko SIDS di atas, anak sudah mampu untuk membalikkan badannya sendiri dan mengangkat kepalanya, serta selalu berada dalam pengawasan Anda.

Untuk semua jenis usia anak (0 hingga 12 tahun), posisi telentang masih merupakan posisi tidur yang terbaik apabila tidak terdapat kontraindikasi medis tertentu. Karena, tidur tengkurap tidak dapat menyangga bentuk anatomis normal tulang belakang, sehingga dalam jangka waktu lama dapat mengubah bentuk tulang belakang seperti hiperlordosis (tulang belakang lumbar melengkung ke depan menjauhi garis normal), serta dapat menambah beban pada beberapa otot dan sendi yang dapat memicu keluhan kesemutan, mati rasa, dan nyeri.

0 Komentar

Belum ada komentar