Sukses

Makan Sehat Saat Lebaran

Menu makanan Lebaran yang lezat identik dengan makanan tinggi lemak dan kolesterol. Berikut ini tips untuk menyiasati makan santapan lebaran tanpa khawatir dampak kesehatannya.

KlikDokter.com - Dalam waktu dekat umat Islam akan menyambut hari lebaran, yaitu hari kemenangan bagi mereka yang selama 1 bulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Setelah menahan diri terkadang di hari lebaran ketika begitu banyak makanan tersaji membuat kita terkadang menjadi lupa diri. Jika tidak pandai membatasi makanan yang kita konsumsi, efeknya kurang baik bagi kesehatan.

Sajian berupa ketupat dengan opor, gulai serta rendang hampir menjadi makanan wajib bagi keluarga yang merayakan lebaran. Ditambah menu kue-kue manis, asin nan lezat menjadi hidangan pelengkap. Namun tentu saja makanan tersebut mengandung lemak dan kalori yang tinggi, sehingga jumlah asupannya harus dibatasi untuk membuat Anda tetap sehat. Berikut hal yang dapat Anda lakukan untuk tetap sehat selama menikmati lezatnya hidangan Lebaran.

Cara sehat makan ketika Lebaran tiba adalah mengurangi asupan lemak. Bagaimana cara mengurangi asupan lemak pada santap menu Lebaran yang mayoritas berlemak? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Makan Sehat Saat Lebaran

Diabetasol

Mengurangi Asupan Lemak

Berhentilah makan sebelum kenyang, anjuran tersebut patut diterapkan bagi seseorang yang ingin hidup sehat. Puasa itu sangat menyehatkan. Engan mengurangi 1 kali pola makan sehari-hari disaat berpuasa, dipastikan dapat mengurangi berat badan. Terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih alias kegemukan (obesitas).

Dengan berkurangnya berat badan usai berpuasa, sebetulnya kondisi tubuh dalam keadaan sangat baik. Sebab, sistem dalam tubuh yang biasanya dijejali makanan terus menerus, mendapat waktu sebulan untuk beristirahat. Nah, setelah berpuasa, sistem tubuh kembali aktif dan pencernaan jadi membaik. Olah karena itu, saal Lebaran hendaknya direncanakan untuk tidak makan secara berlebihan.

Kurangi makan hidangan yang terlalu berlemak, bersantan, goreng-gorengan dan yang serba manis. Jika tergoda, boleh saja mencicipi secukupnya dengan porsi sedikit. Sebab kue-kue Lebaran pada umumnya termasuk makanan berkalori tinggi karena bahan dasarnya lebih banyak terbuat dari bahan yang mengandung gula atau manis. Begitu juga dengan minuman. Seharusnya soft drink, sirup atau milk shake jangan terlalu mendapat porsi lebih karena manis dan tentunya berkalori tinggi. Sebagai gantinya santaplah buah potong segar dan manis tanpa gula.

Setelah Lebaran, banyak orang kesulitan mengembalikan pola makannya seperti semula. Berikut tips menu idealnya :

  1. Niat yang kuat. Jangan tergoda teman atau keluarga yang terlalu sering mengajak makan makanan berkalori tinggi.
  2. Pola makan seimbang. Makan sehat terdiri dari:
  • sumber karbohidrat 50% (nasi beras merah, roti atau kentang),
  • protein 20% (lauk hewani & nabati)
  • lemak kira-kira 30% (lebih baik kacang-kacangan)
  • ditambah sayur-sayuran, buah serta sumber vitamin dan mineral.
  1. Makan sering. Makanlah dengan porsi kecil tetapi sering. Jangan makan sekaligus dalam porsi besar. Usahakan makan teratur dengan 3 makanan utama dan 3 kali selingan diantara makan utama.
  2. Terakhir, agar tubuh kembali bugar, seimbangkan dengan olahraga di pagi atau sore hari. Cukup 30 menit saja untuk membakar kalori yang telah masuk kedalam tubuh. Selain itu olahraga juga sangat baik untuk kesehatan jantung dan menjaga berat badan.

0 Komentar

Belum ada komentar