Sukses

Hal yang Harus Dilakukan dan Tidak Dilakukan Selama Hamil

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan,berikut penjelasan dr. Melyarna Putri di sini.

KlikDokter.com - Apakah boleh memakan sushi selama hamil? Apakah boleh minum kopi selama hamil? Apakah boleh berhubungan seksual selama hamil? Berbagai pertanyaan sering terlintas ketika seorang wanita tengah hamil, terlebih ketika ini adalah kehamilan pertamanya. Berikut ini adalah panduan umum mengenai yang boleh dilakukan (Do’s) dan yang tidak boleh dilakukan (Dont’s) selama kehamilan.

Lakukan (Do’s):

1. Makan makanan bergizi, minum cukup cairan dan minum suplemen kehamilan

Nutrisi penting selama kehamilan adalah asam folat, zat besi, cholin,yodium dan AA-DHA. Menurut Boeke, asupan choline yang cukup selama kehamilan berkaitan dengan daya ingat visual yang lebih baik ketika anak berusia 7 tahun. Pada penelitian Morse, pemberian DHA pada kehamilan dan masa menyusui akan meningkatkan berat badan bayi ketika lahir, lingkar kepala, panjang lahir, dan meningkatkan ketajaman penglihatan serta koordinasi mata.  Pemberian vitamin D selama kehamilan membantu pembentukan tulang dan otak janin. Asupan yodium penting untuk produksi hormon tiroid yang penting dalam pembentukan otak dan sistem saraf selama pertumbuhan janin. Asam folat penting untuk pembentukan tulang belakang, otak dan tulang tengkorak yang normal. Martinez menyebutkan, jumlah cairan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama kehamilan adalah 2300 ml/hari.

2. Pastikan kesehatan kehamilan

Periksakan kesehatan kehamilan secara rutin ke fasilitas kesehatan. Menurut WHO, pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC) setiap 4 minggu sekali dari pertama kali diketahui hamil hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28-36 minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu hingga tiba saat melahirkan.

3. Pastikan aktivitas selama kehamilan aman dilakukan

Melakukan aktivitas fisik selama kehamilan dapat menurunkan resiko peningkatan berat badan berlebih, diabetes gestasional, preeklamsia, kelahiran prematur, varises, dan trombosis vena dalam. Namun sebelum melakukan aktivitas fisik, diskusikan dahulu dengan dokter Anda apakah jenis olahraga yang aman dilakukan selama kehamilan.

4. Berdamai dengan mual dan muntah selama hamil

Makan makanan dengan porsi kecil namun sering dan konsumsi vitamin B6 dan B12 dikatakan dapat mengurangi rasa mual selama kehamilan. Murphy dan beberapa peneliti lain menganjurkan terapi alternatif seperti konsumsi jahe, chamomile, rasberry, dan daun mint.  

5. Waspadai masalah dalam kehamilan

Kehamilan dapat disertai dengan masalah, baik yang telah ada sebelum kehamilan maupun yang baru didapat selama kehamilan. Masalah yang mungkin telah ada sebelum kehamilan seperti tekanan darah tinggi, masalah pernapasan, ginjal, jantung, kencing manis,obesitas, tiroid, polikistik ovarium sindrom (PCOS) penyakit autoimun, penyakit menular seksual (PMS), atau infeksi kronis seperti human immunodeficiency virus (HIV) dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan atau bayi yang belum lahir. Adanya riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya atau kehamilan dengan adanya riwayat keluarga kelainan genetik juga merupakan faktor risiko kehamilan berisiko tinggi. Sedangkan masalah yang didapat selama kehamilan antara lain preeklamsia, plasenta previa, dan diabetes gestasional. Keseluruhan masalah harus mendapat terapi yang sesuai, sehingga pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting dilakukan.

6. Berhubungan seksual apabila tidak ada masalah kehamilan

Menurut Liu, Hsu, dan Chen, frekuensi berhubungan seksual selama kehamilan cenderung menurun dilakukan. Apakah sebenarnya boleh dilakukan? Berhubungan seksual penting untuk kesehatan psikologis wanita. Kegiatan ini boleh saja dilakukan selama kehamilan asalkan tidak ada masalah kehamilan seperti plasenta previa atau penyakit menular seksual. Diskusikan hal ini lebih lanjut dengan dokter Anda.

Lalu ha apa saja yang sangat tidak disarankan selama kehamilan? Penjelasan selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Hal yang Harus Dilakukan dan Tidak Dilakukan Selama Hamil

Prenagen

Jangan Dilakukan (Dont’s):

1. Merokok

Yang, dkk menyebutkan bahwa wanita hamil yang terpapar asap rokok akan memiliki resiko untuk memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah, kematian janin, kelahiran prematur, dan keguguran.

2. Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Chiodo dkk menyampaikan bahwa pemakaian alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran janin. Pada penelitian yang sama menyebutkan, pemakaian alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan kegagalan tumbuh pada janin, pertumbuhan wajah yang tidak normal, dan lahir mati.

3. Mengonsumsi Kafein

Konsumsi minuman berkafein yang tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan resiko kegagalan pertumbuhan janin, pertumbuhan jantung dan pembuluh darah yang tidak normal, dan pertumbuhan tulang yang tidak normal. Jumlah konsumsi kafein yang dikatakanaman per hari yaitu 300 mg/hari.

4. Makan Makanan yang Dapat Membahayakan Janin

Makanan mentah, keju atau susu yang belum dipasteurisasi. Makanan mentah dan keju/susu yang belum dipasteurisasi dapat membahayakan kehamilan. Makanan tersebut dapat mengandung kuman dan parasit yang dapat menyebabkan infeksi selama kehamilan

5. Minum Obat Tanpa Rekomendasi Dokter

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, minum obat selama hamil tidak boleh sembarangan. Beberapa obat dapat berdampak fatal bagi perkembangan organ janin. Konsumsi obat selama kehamilan harus berdasarkan rekomendasi dokter.

0 Komentar

Belum ada komentar