Sukses

Ketika Haid Terlalu Banyak: Menoragia

Tidak ayal siklus menstruasi diikuti dengan volume darah haid yang semakin banyak, bahkan melebihi 80ml per harinya. Kenapa bisa demikian? Simak selengkapnya bersama dr. Dissy Pramudita disini.

Klikdokter.com - Siklus menstruasi yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari. Menoragia merupakan suatu kelainan menstruasi dimana perdarahan menstruasi lebih dari 80ml/hari pada siklus yang normal. Sementara menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari disebut sebagai hipermenorrea.

Menstruasi yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia.

Gejala-gejala yang timbul akibat anemia diantaranya adalah napas menjadi lebih pendek, mudah lelah, jari tangan dan kaki menjadi kebas, sakit kepala, depresi, konsentrasi menurun, dll. (Baca: Sering Lemas? Waspada Gejala Kurang Darah!)

Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:

  • pasien perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
  • perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari
  • menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari
  • darah menstruasi dapat berupa gumpalan-gumpalan darah
  • terdapat tanda-tanda anemia, seperti napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.

Apa yang dapat menjadi penyebab menoragia? Penyebab mentruasi berkepanjangan adalah:

1 dari 3 halaman

Penyebab Menoragia

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

a) Adanya Kelainan Organik:

  • infeksi saluran reproduksi
  • kelainan koagulasi, misal : akibat Von Willebrand Disease, kekurangan protrombinidiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
  • Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.

b) Kelainan Hormon Endokrin

Misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll

c) Kelainan Anatomi Rahim

Seperti  adanya mioma uteripolip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.

d) Latrogenik

Misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatanantikoagulan.

Lalu bagaimana pengobatan menoragia?

2 dari 3 halaman

Pengobatan Menoragia

 

Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh. (Baca:4 Tips Diet Pencegah Anemia).

Selain itu, menorrhagia juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. Terapi hormonal yang diberikan iasanya berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pill kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron. 

Menorrhagia yang terjadi akibat adanya mioma dapat diterapi dengan melakukan terapi hormonal atau dengan pengangkatan mioma dalam rahim baik dengan kuretase ataupun dengan tindakan operasi.

Baca juga:

Normalkah Nyeri Haid?

Siklus Menstruasi yang Normal?

Tips Mengatasi Keluhan Menstruasi

0 Komentar

Belum ada komentar