Sukses

Latihan Beban pada Pasien Hipertensi

Latihan Beban pada Pasien Hipertensi

Olahraga Teratur

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa salah satu penatalaksanaan penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah olahraga teratur. Akan tetapi jarang yang menganjurkan latihan beban sebagai bagian dari anjuran latihan fisik pada pasien hipertensi.

1 dari 10 halaman

Risikonya pada Hipertensi

Latihan beban pada pasien hipertensi sering mendapatkan pertentangan, khususnya karena sifat atau efeknya yang dapat meningkatkan tekanan darah secara akut. Resiko paling besar dalam melakukan latihan beban memang merupakan respon akut berupa kenaikan tekanan darah. Tetapi efek akut ini memiliki banyak faktor yang mempengaruhi dan sebenarnya dapat dimodifikasi.

2 dari 10 halaman

Penelitian Pendukung #1

Sebuah penelitian meta analisis oleh Kelley dan Kelly mengenai efek latihan beban progresif terhadap tekanan darah menemukan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 2% dan tekanan darah diastolik sebesar 4%.

3 dari 10 halaman

Penelitian Pendukung #2

Stewart dkk. juga menemukan bahwa setelah 6 bulan menjalani latihan aerobik bersamaan dengan latihan beban, terjadi penurunan tekanan darah diastolik yang siginifikan pada orang dewasa berusia 55-75 tahun.

4 dari 10 halaman

Modifikasi atau faktor yang perlu diubah pada latihan beban untuk pasien hipertensi meliputi:

- Berat beban yang diangkat
- Jumlah repetisi yang dilakukan
- Kecepatan saat melakukan repetisi
- Periode istirahat antar set
- Jumlah set yang dilakukan, dan
- Ukuran massa otot yang dipakai latihan

5 dari 10 halaman

Manfaat Bagi Pasien Hipertensi

Sekarang telah diketahui bahwa resiko tersebut dapat dikendalikan dan bahwa latihan beban memang memberi manfaat bagi pasien hipertensi. Manfaat tersebut adalah meningkatkan fungsi sistem muskuloskeletal* dan dalam jangka panjang dapat membantu mengontrol tekanan darah karena efek adaptasi kronis yang positif.

6 dari 10 halaman

Tabel: Program Latihan Beban pada Pasien Hipertensi

American College of Sports Medicine mengeluarkan rekomendasi terbaru berkenaan dengan latihan bebean untuk pasien hipertensi pada tahun 2012. Dari rekomendasi tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan terletak dalam tabel di samping ini.

7 dari 10 halaman

Pernapasan yang Benar

Selain hal yang telah disebutkan di atas, penting untuk diingat bahwa ketika melakukan latihan beban harus menggunakan teknik pernapasan yang benar untuk mencegah peningkatan tekanan darah yang berlebihan.

8 dari 10 halaman

Rekomendasi American College of Sports Medicine

Rekomendasi ACSM terbaru ini juga menganjurkan latihan beban unilateral daripada latihan beban bilateral untuk kelompok otot besar. Hal ini dilakukan untuk mencegah peningkatan tekanan darah akut yang terlampau besar yang dapat terjadi bila dilakukan secara bilateral.

9 dari 10 halaman

Sumber:

1. Thompson, Walter R. et al. ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 8th edition. 2009. Philadelphia, United States. Lippincott Williams & Wilkins. II: 22-39. IX: 207-224.
2. Sorace, P et al. Resistance Training for Hypertension: Design Safe and Effective Programs. 2012. ACSM’s Health and Fitness Journal. XVI:1
3. Jonas, S. ACSM’s Exercise is Medicine: A Clinician’s Guide to Exercise Prescription. 2009. Philadelphia, United States. Lippincott Williams & Wilkins. XIII: 198-201.

0 Komentar

Belum ada komentar