Sukses

Asma Saat Kehamilan

Asma Saat Kehamilan

Asma Berat yang Tidak Terkontrol = Asma Membahayakan

Bagaimana melalui masa kehamilan dengan masalah asma tanpa membahayakan ibu dan janin? Simak selengkapnya disini:

Pada serangan asma berat, komplikasi dapat terjadi baik bagi ibu maupun bagi janin. Komplikasi asma dalam kehamilan dapat berupa turunnya asupan oksigen ke janin, berat badan janin rendah, pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, sampai kematian janin.

1 dari 18 halaman

Kondisi Asma

Variasi derajat serangan asma ini dipengaruhi oleh berbagai hal, baik perubahan kadar hormonal, paparan antigen janin, sampai perubahan kekebalan tubuh sang ibu.

2 dari 18 halaman

Kontrol dengan Baik

Pada kebanyakan wanita, serangan asma umumnya terjadi pada tiga bulan terakhir dari masa kehamilan. Sebelum hal ini terjadi, pastikan ibu sudah mendiskusikan hal ini dengan dokter agar asma dapat terkontrol dengan baik.

3 dari 18 halaman

Pencegahan Risiko Gangguan Janin Akibat Asma #1

Mengetahui dan mengatasi pemicu asma. Kenali dan hindari pencetus asma Ibu (polusi, asap rokok, debu, dingin, bulu hewan, stres)

4 dari 18 halaman

Pencegahan Risiko Gangguan Janin Akibat Asma #2

Berhenti merokok. Rokok sendiri tidak baik untuk kehamilan dan dapat memicu serangan asma serta menghalangi kerja obat asma. Asap rokok yang berasal dari lingkungan juga sebaiknya dihindari

5 dari 18 halaman

Pencegahan Risiko Gangguan Janin Akibat Asma #3

Apabila seorang wanita memiliki asma dan sedang hamil, maka sangatlah penting mendiskusikan hal ini dengan dokter dalam hal perencanaan pengobatan asma dalam kehamilan sampai mencegah serangan asma.

6 dari 18 halaman

Pencegahan Risiko Gangguan Janin Akibat Asma #4

Periksakan kehamilan secara teratur dan gunakan obat sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter.

7 dari 18 halaman

Pencegahan Risiko Gangguan Janin Akibat Asma #5

Bila kehamilan ibu semakin membesar, rajinlah selalu melakukan senam hamil untuk berlatih bernapas dengan baik dan melatih otot tubuh.

8 dari 18 halaman

Obat yang Aman Selama Kehamilan #1

Selama kehamilan trimester pertama, sebaiknya memang tidak menggunakan obat-obatan dikarenakan trimester ini adalah masa pembentukan organ si kecil sehingga sangat rentan akan terjadinya kelainan kongenital atau kecacatan pada janin.

9 dari 18 halaman

Obat yang Aman Selama Kehamilan #2

Obat-obatan asma dalam bentuk inhalasi (inhaler) atau obat yang dihirup, aman diberikan selama masa kehamilan dan tidak berefek teratogenik (menyebabkan kecacatan pada janin). Hal ini disebabkan karena kadar obat di dalam satu ‘puff’ inhalasi tersebut tidak besar dan langsung bekerja ke paru sehingga tidak berbahaya bagi janin.

10 dari 18 halaman

Obat Inhalasi

Kortikosteroid inhalasi adalah pengendali proses peradangan saluran pernapasan pada asma. Obat asma juga aman digunakan saat melahirkan (apabila serangan terjadi) dan saat menyusui.

11 dari 18 halaman

Kortikosteroid Inhalasi

Jenis kortikosteroid inhalasi diantaranya adalah beklometason (Vanceril, Beclovent, Qvar) atau budesonid (pulmicort). Kromolin inhalasi juga direkomendasikan sebagai obat profilaksis atau pencegahan asma selama kehamilan.

12 dari 18 halaman

Jenis-jenis Obat Inhalasi

Obat jenis antikolinergik seperti ipratropium bromide (Atrovent, Combivent) dapat digunakan pada wanta hamil dengan asma yang tidak memberikan respon terhadap terapi β2 agonis.

13 dari 18 halaman

Obat Oral Asma Tidak Seaman Obat Inhalasi

Apabila ibu membutuhkan obat oral untuk pengendali serangan asma, maka berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter. Apabila memungkinkan, obat ini sebaiknya tidak diminum pada trimester pertama karena terdapat kemungkinan mengakibatkan gangguan pada janin.

14 dari 18 halaman

Langkah Tindakan Ketika Serangan Asma #1

Segera gunakan obat pereda/pelega dalam dosis yang biasa Anda gunakan. Cobalah untuk tetap tenang dan tetap relaks, sebisa mungkin sesuaikan dengan ritme pernapasan Anda. Tunggulah 5-10 menit

15 dari 18 halaman

Langkah Tindakan Ketika Serangan Asma #2

Duduklah, jangan berbaring, letakkan tangan Anda di lutut untuk membantu Anda tetap tegak dan cobalah untuk memperlambat pernapasan Anda, karena hal ini bisa mengurangi kelelahan yang akan Anda alami.

16 dari 18 halaman

Langkah Tindakan Ketika Serangan Asma #3

Jika gejala menghilang, Anda bisa kembali melanjutkan aktivitas yang sedang Anda lakukan. Tetap gunakan inhaler obat pereda (reliever) setiap beberapa menit sampai bantuan datang

17 dari 18 halaman

Walau Aman, Tetap Pengawasan Dokter

Meskipun inhaler untuk serangan asma tergolong aman, tentunya penggunaan obat-obatan ini tetap harus di bawah pengawasan dokter.

0 Komentar

Belum ada komentar