Sukses

Pengertian

Xerostomia adalah kondisi mulut kering yang kronis. Xerostomia adalah suatu gejala terhadap penyakit atau gangguan kesehatan dan bukan penyakit yang berdiri sendiri. Kondisi ini terjadi akibat terganggunya fungsi kelenjar ludah dalam memproduksi ludah. Meski demikian, penderita xerostomia tidak dapat langsung diasumsikan mengalami disfungsi air liur.

Kondisi ini pada dasarnya tidak berbahaya. Namun Anda perlu khawatir jika xerostomia terjadi berulang-ulang dan berkelanjutan. Xerostomia lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, serta lebih banyak ditemukan pada lansia.

Diagnosis

Pemeriksaan secara seksama sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya xerostomia. Pemeriksaan xerostomia yang dilakukan meliputi pemeriksaan pada kelenjar air liur (saliva). Pemeriksaan xerostomia juga mencakup pemeriksaan konsistensi air liur, kecepatan aliran air liur, tingkat produksi air liur, dan kondisi kelenjar air liur.

Tehnik pencitraan kelenjar saliva juga dapat dilakukan jika diperlukan, di antaranya dengan ultrasonografi dan sialografi. Jika pemeriksaan awal mengarah kepada kecurigaan kondisi tertentu, maka diagnosis kelainan pada kelenjar air liur dapat ditunjang dengan pemeriksaan jaringan yaitu pemeriksaan darah dan biopsi.

Xerostomia

Gejala

Gejala xerostomia yang paling umum adalah:

  • Perasaan lengket dan kering di mulut dan lidah
  • Sulit mengunyah dan menelan
  • Bibir pecah- pecah
  • Aroma napas tak sedap
  • Muncul luka di mulut

Pengobatan

Penanganan xerostomia bergantung pada penyebab terjadinya kekeringan di mulut. Jika xerostomia disebabkan karena obat-obatan, maka pasien perlu berkonsultasi pada dokter yang memberi pengobatan tersebut. Lewat konsultasi nantinya akan diketahui apakah pemberian obat tersebut dapat diganti, dihentikan atau menggunakan dosis yang lebih rendah.

Jika dari hasil pemeriksaan didapati bahwa kelenjar saliva mengalami gangguan namun masih dapat memproduksi air liur, maka pengobatan xerostomia dapat dilakukan lewat terapi atau pemberian obat-obatan untuk merangsang sekresi air liur. Terapi bisa dilakukan dengan menggunakan teknik akupunktur atau tehnik stimulasi lainnya.

Pencegahan

Xerostomia dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:

  • Meningkatkan konsumsi air putih. Namun hindari minum air putih dengan suhu ekstrem (terlalu dingin atau terlalu panas).
  • Menghindari minuman dengan kandungan gula yang tinggi atau berkarbonasi.
  • Menghindari minuman yang mengandung kafein.
  • Menghindari minuman beralkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Menggunakan obat kumur yang bebas alkohol.
  • Memperbaiki pola makan.
  • Menjaga kebersihan mulut.

Penyebab

Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab xerostomia. Kondisi medis dan penggunaan obat-obatan tertentu merupakan salah satu penyebab xerostomia yang paling sering –terutama pada orang lanjut usia. Biasanya obat pengontrol tekanan darah, obat anti depresi, dan anti alergi dapat memicu terjadinya xerostomia.

Sementara itu, beberapa kondisi medis yang dikaitkan dengan xerostomia antara lain adalah Sjogren’s sindrom, diabetes, bulimia nervosa, rheumatoid arthritis, penderita kanker yang sedang menjalani terapi. Defisiensi nutrisi juga dapat menyebabkan xerostomia.

Selain hal-hal di atas, xerostomia juga dapat disebabkan akrena dehidrasi dan gangguan psikologis (seperti cemas dan gugup). Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau turut memengaruhi produksi air liur dan memperburuk kondisi penderita xerostomia.