Sukses

Pengertian

Taeniasis merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia. Biasanya, jenis cacing ini menginfeksi manusia akibat mengonsumsi daging setengah matang.

Infeksi cacing pita ini akan menyerang otot. Bagian yang paling sering mengalami serangan adalah jantung, diafragma, lidah, leher, esofagus, otot pengunyah, dan otot antar tulang rusuk.

Penyebab

Cacing pita yang menjadi penyebab taeniasis, termasuk dalam genus Taenia. Di Indonesia sendiri, ada dua jenis cacing pita yang paling sering menyebabkan penyakit taeniasis, yaitu spesies Taenia saginata dan Taenia solium.

Telur cacing Taenia saginata masuk ke dalam tubuh manusia bila seseorang memakan daging sapi setengah matang. Sementara itu, telur cacing Taenia solium menginfeksi manusia bila seseorang mengonsumsi daging babi setengah matang.

Taeniasis

Diagnosis

Dalam menentukan diagnosis taeniasis, dokter akan melakukan serangkaian wawancara medis atau anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan feses merupakan pemeriksaan yang penting untuk menentukan ada tidaknya infeksi taeniasis. Feses penderita harus dikumpulkan selama 3 hari berturut-turut, dan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya telur atau larva cacing pita.

Gejala

Gejala taeniasis umumnya tidak terlalu berat dan mirip dengan gejala infeksi pencernaan lainnya –seperti sakit perut, mual, muntah, diare, atau konstipasi. Keluhan ini biasanya terjadi sekitar 8 minggu setelah mengonsumsi daging yang mengandung telur cacing pita.

Pada beberapa kasus, larva cacing pitalah yang berkembang dalam daging setengah matang dan ditelan oleh manusia. Bila hal ini yang terjadi, akan timbul benjolan keras di bawah kulit penderitanya. Larva tersebut juga dapat masuk ke dalam jaringan otak dan menimbulkan keluhan sakit kepala, penurunan kesadaran, kejang berulang, atau kebutaan.

Pengobatan

Pengobatan taeniasis hanya dapat dilakukan dan diawasi oleh dokter menggunakan obat prazikuantel atau niclosamide.  Bila larva cacing pita menginfeksi otak, kadang tindakan pembedahan dan pemberian obat anti-epilepsi juga diperlukan.

Pencegahan

Untuk mencegah taeniasis, sebaiknya hindari konsumsi daging setengah matang, terutama daging sapi dan daging babi. Selain itu, biasakan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan setelah makan.