Sukses

Pengertian

Sindrom terowongan kubital adalah peningkatan tekanan pada saraf yang terletak di permukaan kulit, yakni di sekitar siku.

Untuk mencegah kondisi ini, jangan terlalu sering menyandarkan siku pada permukaan keras. Hindari juga menekuk siku dalam jangka waktu yang lama. Misalnya, saat menelepon atau tidur dengan posisi tangan di bawah bantal.

Jika tidak segera diatasi, kekuatan genggaman tangan akan menurun serta terjadi mati rasa pada area kelingking dan jari manis.

Gejala

Gejala awal dari sindrom terowongan kubital adalah sebagai berikut:

  • Rasa nyeri dan kaku di daerah siku
  • Rasa kesemutan dan kaku pada kelingking serta jari manis

Pada fase berikutnya dapat timbul gejala yang lebih berat, seperti:

  • Kelemahan pada tangan, terutama jari kelingking dan jari manis
  • Menurunnya kemampuan untuk mencubit dengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Menurunnya kemampuan untuk menggenggam
  • Penyusutan massa otot di tangan
  • Kelainan bentuk tangan seperti cakar

Sindroma Terowongan Kubital

Diagnosis

Sindrom terowongan kubital dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik. Ada juga tes elektromiografi, suatu prosedur di mana elektroda ditempatkan ke dalam otot dan kulit. Cara ini dilakukan untuk memastikan diagnosis, mengidentifikasi area keursakan saraf, dan menentukan keparahan kondisi.

Pengobatan

Jika sindrom terowongan kubital termasuk ringan, Anda dapat menjalani terapi fisik, seperti:

  • Menghindari penekanan pada siku saat beraktivitas sehari-hari
  • Menggunakan pelindung untuk siku saat beraktivitas sehari-hari
  • Membidai siku pada malam hari agar tidak menekuk secara berlebihan saat tidur

Selain itu, dokter akan menyarankan penderita untuk beristirahat cukup, meresepkan obat penghilang rasa sakit, memberikan suntikan, hingga operasi jika dibutuhkan.

Pembedahan mungkin diperlukan untuk kasus penekanan saraf yang lebih berat, atau jika tidak berhasil dengan cara-cara di atas. Ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf.

Penyebab

Sindrom terowongan kubital dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:

  • Terlalu sering bersandar dengan siku, terutama pada permukaan yang keras.
  • Menekuk siku terlalu lama, misalnya saat menelepon atau tidur dengan posisi tangan di bawah bantal

Terkadang, sindrom ini terjadi akibat pertumbuhan tulang yang tidak normal di daerah siku atau akibat aktivitas fisik yang meningkatkan tekanan pada saraf.