Sukses

Pengertian

Ginjal merupakan organ yang berfungsi membersihkan aliran darah dengan bekerja sebagai filter untuk mengeluarkan air dan produk sisa dari tubuh. Penyakit ginjal adalah kondisi ketika filter tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Penyakit ginjal umumnya memengaruhi kedua ginjal, dan juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti jantung. Bila jumlah filter yang rusak bertambah, tubuh akan menyimpan kelebihan kandungan air dan produk sisa metabolisme tubuh.

Penyebab

Secara umum, penyakit ginjal dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu penyakit ginjal akut dan penyakit ginjal kronik.

Penyakit ginjal akut adalah kondisi terjadinya kerusakan secara tiba-tiba pada ginjal. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat terjadi sementara. Pada  sebagian lainnya, kondisi ini dapat menetap dan berubah menjadi penyakit ginjal jangka panjang.

Penyebab utama penyakit ginjal akut adalah:

  • Kerusakan pada jaringan ginjal akibat pengobatan, infeksi berat, atau zat pewarna radioaktif.
  • Obstruksi atau adanya penyumbatan yang menghambat aliran urine keluar dari tubuh. Misalnya akibat batu ginjal atau pembesaran prostat.

Hal yang lebih sering terjadi adalah kerusakan ginjal yang memburuk seiring dengan berjalannya waktu, yang disebut sebagai penyakit ginjal kronik. Terkadang, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit ginjal tahap akhir. Pada kondisi ini tubuh membutuhkan hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk menjaga kelangsungan hidup.

Terdapat beberapa penyebab terjadinya penyakit ginjal kronik, yang paling sering adalah:

  • Kerusakan pembuluh darah ginjal akibat tekanan darah tinggi dan diabetes.
  • Kerusakan jaringan ginjal akibat penyakit atau sistem daya tahan tubuh.
  • Terdapat kista pada ginjal.
  • Kerusakan jaringan akibat aliran balik urine ke ginjal.
  • Kelainan bawaan pada ginjal atau saluran kemih.

Risiko terjadinya penyakit ginjal meningkat pada individu yang:

  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki diabetes
  • Merokok
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
  • Berusia di atas 50 tahun

Gejala

Tanda dan gejala yang timbul pada penyakit ginjal bergantung dari jenis penyakit ginjal yang terjadi dan derajat keparahannya. Beberapa tanda dan gejala yang dapat diamati adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan jumlah air kemih dan frekuensi berkemih
  • Perubahan penampakan urine, misalnya urine yang berbusa
  • Adanya darah pada urine
  • Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, atau di sekitar mata
  • Nyeri pada punggung bawah
  • Rasa lelah yang berlebih
  •  Penurunan nafsu makan
  • Kesulitan untuk tertidur
  • Nyeri kepala
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah

Diagnosis

Penyakit ginjal umumnya didiagnosis berdasarkan pengumpulan info medis yang rinci dari pasien, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu.

Beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah:

  • Laju filtrasi glomerulus / glomerular filtration rate (GFR). Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan darah yang umum dilakukan untuk memeriksa adanya penyakit ginjal kronik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai fungsi filtrasi ginjal.
  • Kadar kreatinin dalam darah dan urine. Kreatinin merupakan produk sisa dari darah yang dikeluarkan melalui ginjal.
  • Pemeriksaan albumin urine. Albumin merupakan protein yang keluar melalui urine apabila terdapat kerusakan ginjal.
  • Pemeriksaan pencitraan. Pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi (USG) dapat memberikan gambaran kondisi ginjal. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan ukuran dan bentuk ginjal, serta melihat adanya kelainan.
  • Biopsi ginjal. Prosedur ini melibatkan pengambilan jaringan kecil dari ginjal untuk dievaluasi lebih lanjut menggunakan mikroskop. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan penyebab penyakit ginjal kronik serta derajat keparahannya.

Penanganan

Penanganan penyakit ginjal bergantung dari derajat keparahan serta penyebab dari penyakit ginjal yang terjadi.

Pada tahap awal penyakit ginjal, penanganan ditujukan untuk memperlambat progresivitas penyakit ginjal dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Dokter juga dapat meresepkan beberapa pengobatan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Pada tahap pertengahan penyakit ginjal, dapat diamati adanya komplikasi seperti penyakit tulang dan anemia. Penanganan pada tahap ini juga ditujukan untuk memperlambat laju keparahan penyakit ginjal, menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, dan mencegah serta menangani komplikasi penyakit ginjal kronik. Penanganan pada tahap ini serupa dengan pada tahap awal.

Pada tahap lanjut penyakit ginjal, fungsi ginjal biasanya sudah sangat menurun, sehingga membutuhkan transplantasi ginjal dan hemodialisis atau cuci darah.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga agar tekanan darah tetap terkontrol pada individu dengan hipertensi.
  • Menjaga agar gula darah tetap terkontrol pada individu dengan diabetes.
  • Menghindari dehidrasi.
  • Menghindari penggunaan pengobatan yang dapat merusak ginjal.